Marcella Zalianty: Sah saja film G-30S/PKI diputar kembali

@Rayapos.com | Jakarta: Menanggapi pro kontra penayangan kembali film G-30S/PKI, artis Marcella Zalianty menyebut sah-sah saja jika film tersebut diputar kembali, karena film ini merupakan salah satu potret sejarah bangsa Indonesia.

“Sebenernya gini ya, tidak ada salahnya untuk film itu ditonton lagi oleh siapapun yg memang hendak menontonnya tanpa sebuah paksaan. Kan gitu,” ungkap Marcella ketika ditemui di Plaza Indonesia, Selasa (19/9).

Ia menambahkan, film yang mengisahkan tentang sejarah Indonesia di tahun 1964 ini memang selalu penting untuk kita, khususnya generasi muda untuk belajar dan mengetahui potret sejarah bangsa.

Namun, Marcella menekankan setiap film hendaknya menampilkan sesuatu yang benar. Meskipun merupakan sejarah kelam, film ini akan menjadi pembelajaran generasi muda agar hal itu tidak terulang lagi.

“Saya berharap bahwa bangsa ini bisa jujur menampilkan sejarahnya, baik itu sejarah yang membanggakan ataupun sejarah kelam sekalipun. Harus berani ‘ini lho sejarah’, artinya itu untuk menjadi pembelajaran kita tentang masa yg kelam dan jangan sampai terulang lagi,” tuturnya.

Terkait wacana pembaharuan film G-30S/PKI ini, perempuan yang juga menjabat Ketua PARFI itu mengatakan jika hal itu memungkinkan dilakukan. Menurutnya, remake film sah-sah tapi harus melalui riset mendalam.

“Untuk bikin versi baru why not? Ya tidak ada salahnya. Kan orang membuat remake film apapun sah-sah saja. Kalau ada yg tidak terima ya bikin beberapa versi, tapi harus berdasarkan latar belakang dan riset-riset yang cukup mendalam,” bebernya.

Apalagi, kata Marcella, Presiden Jokowi meminta memang harus ada pembaharuan dalam film tersebut. Ia melihat wacana ini lebih merupakan tantangan bagi filmmaker muda untuk menginterpretasi film lawas ini.

“Sebenernya versi apapun menurut saya bisa saja dibuat, apabila filmmaker itu diberikan kebebasan untuk berekpresi tapi dengan catatan mempelajari dulu buku-buku dan melakukan riset mendalam tentang peristiwa tersebut. Jadi ga asal bikin saja, karena ini ada kaitan sejarahnya,” pungkasnya.

Kontri: Saiful
Editor: Hadie Ismanto

Comments

comments