Screenshot video deklarasi #2019gantipresiden

@Rayapos | Jakarta – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto akan dilaporkan ke polisi. Pelaporan itu terkait video pernyataan ‘ganti sistem’ dalam gerakan #2019GantiPresiden.

Pihak yang melapor adalah Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Masyarakat sipil Untuk Indonesia Hebat (LBH Almisbat).

Baca juga:

Fadli Zon Minta Iklan Bendungan ‘Jokowi’ di Bioskop Dicopot, Ini Alasannya

23 Tusukan, Habisi Hidup Janda Cantik Ini

Wow, Ridwan Kamil akan Sulap Kali Malang Jadi Mirip Sungai di Korsel

“Benar, siang ini kami akan ke Bareskrim Mabes Polri” kata salah satu pengacara publik LBH Almisbat, M. Ridwan, saat dihubungi, Rabu, (12/9/2018).

Seperti diketahui, video yang menampilkan Mardani, Ismail dan seorang lainnya beredar di sosial media.

Dala video itu, Mardani dan Ismail Yusanto yang melontarkan pernyataan:

“Bismillah hirohman nirohim, 2019 ganti presiden,” kata Mardani dalam video itu.

Usai Mardani melontarkan pernyataan itu, Ismail langsung mengatakan, “ganti sistem”

Menurut Komarudin pernyataan Ismail Yusanto yang menyebut ganti sistem dapat diduga sebagai bentuk upaya makar, yaitu keinginan mengganti sistem kenegaraan NKRI yang sudah baku dan berlaku.

“Yakni Dasar Negara Pancasila dan UUD 1945 dengan system yang selama ini dianut dan diperjuangkan oleh HTI,” katanya.

Apalagi, kata Ridwan, HTI sudah dilarang dan dibubarkan. Maka ia merasa Ismail dan Mardani Ali sudah selayaknya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Almisbat merupakan organisasi relawan pendukung Jokowi dalam Pilpres 2014. Organisasi ini kemudian lanjut mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Almisbat dideklarasikan pada 4 April 2014 di Jakarta, dan berlanjut dideklarasikan di berbagai daerah.

Beberapa tokoh yang tergabung sebagai Dewan Nasional Almisbat antara lain Teten Masduki, Eva Kusuma Sundari, Yudi Latif, Wandy. N. Tuturoong, Teddy Wibisana, Indra P Simatupang, Imran Hasibuan, Abduh Azis, dan Yanuar Rizky. Sementara Sekjen Almisbat adalah Hendrik Sirait.