Mardani Ali Sera, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

@Rayapos | Jakarta – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan salah satu strategi partai koalisi memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017. Ia mengatakan salah satu strateginya adalah memanfaatkan momen aksi 212.

Ia juga membenarkan pertemuan dengan Habib Rizieq juga merupakan salah satu strategi.

“Tadinya tengah (Ahok) yang kuat, belakangan yang kanan (Anies) yang kuat. Kedua, bertemu Habib Rizieq, betul itu bagian dari strategi,” kata Mardani dalam diskusi KedaiKOPI di Workroom Caffe, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Namun, menurutnya, menjadikan Habib Rizieq sebagai strategi bukan untuk memanfaatkan kasus penistaan agama Ahok. Dengan memanfaatkan sosok imam besar FPI itu, Mardani ingin menyatukan visi-misi Anies-Sandi untuk Jakarta ke depan.

“Tapi kita bukan pingin dukungan dan bicara penistaan agama, tidak, tapi menjelaskan apa program Anies. Ternyata ketemu di titik, Anies antireklamasi, Habib Rizieq antireklamasi,” ucap anggota DPR itu.

“Pertama, kami klarifikasi kebetulan kami dari ketua tim pemenangan (Anies-Sandi) kami nggak pernah menggunakan isu SARA, tapi kami fokus ke tiga, yaitu OK OCE, KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus, DP 0 persen. Itu saja,” katanya.

Selain itu, Mardani mengatakan meminta Anies mengambil foto baru menggunakan peci untuk menarik suara masyarakat.

“Memang di saat yang sama coincidence (kebetulan) ada 212 dan lainnya. Dan dua yang kami manfaatkan dari isu ini, yang pertama kami meminta Mas Anies dan Sandi ambil foto baru. Awalnya foto Anies-Sandi nggak pakai peci, sekarang saya wajibkan ganti, pakai peci. Akhirnya di tiga pasang itu yang pakai peci cuma Anies-Sandi karena kami melihat ada suara baru,” ungkap dia.

Foto memakai peci ini juga diungkapkannya menjadi salah satu strategi untuk mengalahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, yang merupakan kandidat lainnya.

“Kalau ada orang dukung kita ya monggo. Kampanye kita, bisa dilihat Mas Roy (Demokrat) dan Pak Ahok, kita selalu rukun bertiga, tapi kontestasinya gagasan karya. Bahwa ada gelombang 212, ya kami rugi kalau nggak manfaatkan. Manfaatkannya tadi peci dan ketemu Habib Rizieq, sesudahnya tugas kita merawat kebinekaan karena memang Indonesia ini sudah lahir sebagai negara yang bineka, tapi tetap basisnya islam yang rahmatan lil alamin,” sambung Mardani.

BAGIKAN