Ma’ruf Amin Sebut Warga Kep. Seribu Marah Atas Ucapan Ahok

@Rayapos | Jakarta : Tim pengacara Ahok meminta Ketua MUI  Ma’ruf Amin untuk menunjukkan bukti-bukti menyangkut hasil penelusuran dan kajian  terhadap ucapan Ahok yang dilakukan oleh komisi informasi dan komunikasi MUI.

Permintaan tersebut disampaikan tim pengacara Ahok merespon kesaksian Ma’ruf Amin yang menyebutkan ada warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang marah terhadap ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al Maidah.

“Kalau begitu kami minta buktinya. Karena saksi dari Kepulauan Seribu bilang baru tahu masalah ini setelah penyidik datang,” ujar pengacara Ahok dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Menurut Ma’ruf warga yang marah atas ucapan Ahok ditemui oleh tim MUI. MUI memang membahas aduan soal Ahok dengan melibatkan empat komisi yakni komisi fatwa, komisi pengkajian, komisi hukum dan perundang-undangan serta komisi informasi dan komunikasi informasi yang melakukan penelusuran dan kajian terhadap ucapan Ahok.

“(Hasil kajian) itu dilaporkan, ada laporan kajian tertulis. Itu saya minta pertimbangan apakah boleh disebut orangnya atau hanya laporannya saja,” imbuh dia.

Atas jawaban ini, pengacara Ahok meminta agar hasil kajian dari tim investigasi MUI ditunjukkan dalam persidangan. Bukti ini dianggap penting sebab tim pengacara membandingkan keterangan saksi fakta pada persidangan hari Selasa (24/1/2017).

“Tadi bilang masyarakat Pulau Seribu sudah marah tapi takut. Takut pada siapa?” tanya pengacara Ahok.

“Takut menyampaikan saat acara. Pas diinvestigasi baru menyampaikan, artinya dia memang tidak setuju, bahwa ada penghinaan di situ,” terang Ma’ruf.

Soal bukti soal pengakuan warga yang marah atas ucapan Ahok, Ma’ruf kembali menegaskan pengakuan warga didapat saat ditemui tim MUI.

“Buktinya waktu tim investigasi kita turun ke Pulau Seribu mereka menjelaskan bahwa iya sebenarnya kita nggak setuju tapi nggak berani,” kata Ma’ruf seraya menyebut nama-nama warga yang ditemui tim MUI tidak dimasukkan dalam hasil kajian.

Soal saksi pada persidangan, Selasa (24/1), yang disebut pengacara Ahok adalah Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuli Hardi. Dia menyebut tidak ada warga yang memprotes saat Ahok menyampaikan pidato kala berkunjung ke Pulau Pramuka.

“Saat terdakwa menyinggung Surat Al Maidah, apakah ada masyarakat yang protes?” tanya hakim. “Tidak ada,” jawab Yuli Hardi dalam persidangan saat itu.

Sementara itu pegawai tidak tetap (PTT) Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Pemprov DKI Nurkholis Majid yang ikut dalam kegiatan Ahok pada 27 September 2016 juga menyebut respons wajar dari warga saat Ahok berpidato.

 

“Adakah Saudara memperhatikan reaksi dari masyarakat?” tanya hakim. “Tidak ada reaksi apa-apa, tepuk tangan saja,” ujarnya.

“Ada yang marah-marah?” lanjut hakim. “Nggak ada,” ujarnya.

Comments

comments

LEAVE A REPLY