Ella Nurhayati

@Rayapos | Jakarta – Pembunuhan janda cantik Ella Nurhayati (42) misterius. Ada 23 tusukan pisau dapur ke tubuhnya. Pembantaian. Darah berserak di dalam rumahnya, Lembang, Bandung.

Pisau dapur yang diduga jadi alat pembunuhan ada di situ. Tidak ada barang hilang. Sedangkan, di rumah itu hanya ada Ella dan anaknya MF (15) yang berkebutuhan khusus.

Masak, MF membunuh ibu kandungnya? MF siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) SMP kelas 2.

Kasus yang tampaknya sederhana, tapi pelik ini sekarang diselidiki polisi. Sudah 16 orang dimintai keterangan, termasuk MF. Tapi, kasus belum terpecahkan.

Lokasi di rumah Ella, Kampung Pangragajian, RT 3 RW 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kematian Ella diketahui pertama kali oleh tetangganya, Deni Irawan, Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 12.00.

Awalnya, Deni mendengar MF berteriak minta tolong. Maka, Deni masuk ke rrumah Ella. Di rumah itu tinggal dua orang: Ella dan MF.

Ternyata, Deni sudah mendapati tubuh Ella tergeletak berlumuran darah. Setelah diperiksa, sudah meninggal. Setelah diperiksa di RS, diketahui, ada 23 tusukan senjata tajam di sekujur tubuh Ella.

Tentu saja, MF dimintai keterangan polisi. Namun, bocah lelaki ini berkebutuhan khusus. Pemeriksaan dilakukan ahli kejiwaan dari Polri.

Ella sudah bercerai dengan suaminya sejak 2004. Pernikahan mereka dikaruniai seorang anak, MF.

Hubungan Ella dengan mantan suaminya, dilaporkan, baik. Setiap Minggu atau hari libur, MF diantarkan ayahnya menjenguk Ella. Biasanya menginap di rumah Ella. Termasuk saat kejadian.

Kapolsek Lembang, Kompol Dedi Suharyadi, bersama timnya kini bekerja keras mengungkap kasus ini. Hampir pasti ini kasus pembunuhan.

Baca Juga:

Habib Syech Tak Menerima Kedatangan Prabowo? Begini Penjelasan Gerindra

Farhat Posting ‘Pilih Jokowi Masuk Surga’, Malah Disalahkan PKB

Video “Ganti Sistem” Diucapkan Jubir HTI, Akhirnya Dipolisikan

Kompol Dedi mengatakan, sehari-hari korban tinggal sendiri di rumahnya. “Keterangan tetangganya, korban tinggal sendiri,” kata Dedi kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

Tapi, pada hari Minggu atau hari libur sekolah, mantan suami Ella mengantarkan MF ke rumah Ella. Biasanya MF menginap bersama ibunya.

Dedi mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, ketika kejadian, anak semata wayangnya itu ada di dalam rumah. Bahkan anaknya itulah yang meminta tolong kepada tetangganya bernama Deni Irawan.

“Jadi ada saksi tetangganya atas nama Deni. Memang ada anaknya ketika kejadian. Anaknya memang ada di dalam,” ungkap Dedi.

Ditemui di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputra mengatakan anak korban mempunyai kelainan atau berkebutuhan khusus. Sehingga dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

“Anak korban itu butuh perlakuan yang khusus. Sehingga kami lakukan untuk agenda pemeriksaan kejiwaan,” kata Niko.

Niko mengatakan, polisi masih tetap akan melakukan penyidikan.

“Jadi ini masih dalam penyidikan. Tentunya dari hasil penyidikan kita bisa mengungkap kasus ini seperti apa,” ungkap Niko.

Sementara itu, jenazah Ella sudah dimakamkan di TPU Sirnarasa, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (12/9/2018) siang.

Pelayat berduyun-duyun begitu banyak. Sejak pukul 07.00 keluarga, kerabat dan teman-teman almarhumah berdatangan ke rumah duka.

Salat jenazah dilaksanakan pukul 08.00 di Masjid Al-Hidayah yang letaknya berseberangan dengan rumah duka.

Banyaknya pengantar jenazah membuat sebagian besar kerabat dan keluarganya tidak bisa ikut serta menyalatkan.

Mereka terpaksa menunggu di luar masjid. Usai disalatkan, jenazah dibawa menggunakan ambulans berwarna abu menuju tempat peristirahatan terakhirnya. (*)

BAGIKAN