Masuk Blacklist Pemprov Maluku, PT GBU ”Siap-siap” Angkat Kaki

@Rayapos | Ambon: Aktivitas eksploitasi dan eksplorasi penambangan emas di Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) oleh PT Gemala Borneo Utama (GBU) akan segera ditutup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, kepada wartawan, di Ambon, Rabu (25/1). ”Penutupan operasi PT GBU ini setelah Pemprov Maluku mendengarkan hasil paparan tim peneliti dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon yang melakukan penelitian di Pulau Romang sejak tahun 2016,” ujarnya.

Menurutnya, dalam paparan tim Unpatti kepada pihaknya, ditemukan ada terjadi kerusakan lingkungan di Pulau Romang akibat kegiatan eksploitasi PT. GBU selama ini. Untuk itu, pihaknya akan mengambil langkah tegas dalam menghentikan aktivitas penambangan emas di pulau tersebut. ”Untuk sementara, saya akan menunggu kehadiran Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral provinsi serta Kepala Biro Hukum Setda Maluku, untuk segera memproses surat keputusan penghentian aktivitas penambangan emas di sana,” tegasnya.

Diakuinya, bahwa pihaknya tidak memiliki kaitan dan kepentingan apapun dalam kegiatan dimaksud. Namun, atas aktivitas yang terjadi di Pulau Romang, ia pun menumpahkan kekesalannnya karena selama ini telah dibohongi.

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan dan uji sampel laboratorium, ternyata diakui ada unsur emasnya di Pulau Romang. Dan, sesuai bukti-bukti laboratorium bahwa sudah ada sedikit upaya pengelolaan emasnya di sana.

Selama ini, jelasnya, Pemprov Maluku memberikan izin kepada pihak perusahaan untuk melakukan penambangan jenis mineral lainnya seperti mangan, tetapi mereka memanfaatkannya guna kepentingan lain dan itu dilarang. Sehingga, Pemprov Maluku akan mengambil langkah tegas untuk menutup aktivitas PT. GBU.

Dengan pernyataan tegas ini, diharapkannya bisa menjawab perjuangan masyarakat adat dan pelajar serta mahasiswa Romang, yang selama ini menuntut pemerintah daerah menghentikan aktivitas PT. GBU, karena ukuran pulaunya yang kecil dan tidak tepat dijadikan lokasi penambangan emas.

Apalagi, tambahnya, kehadiran PT. GBU selama ini juga dirasakan warga tidak membawa manfaat positif bagi peningkatan pendapatan dan ekonomi warga. Selain itu, mengganggu tatanan masyarakat adat setempat, serta membawa dampak negatif berupa kerusakan lingkungan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY