Masyarakat Maluku Jangan Terpancing Hoax

@Rayapos | Ambon: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak jilid II 15 Febuari 2017 mendatang, harus dijadikan sebagai ajang perekat. Terlebih khusus lagi, bagi masyarakat yang berada di 5 kabupaten/kota penyelenggara even dimaksud.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad,S.Pd,M.Pd, kepada wartawan, di Ambon, Rabu (25/1). ”Pilkada harus dijadikan sebagai ajang perekat, bukan pemecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan ajakan tentang kebhinekaan, kebaikan, serta membangun perdamaian dan kerukunan,” ujarnya.

Menurutnya, semua itu harus disampaikan kepada publik, supaya semua orang bisa mempunyai rasa tanggungjawab untuk menjaga kebersamaan. ”Mudah-mudahan pilkada di Maluku, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kota Ambon dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses,” harapnya.

Seluruh komponen masyarakat Maluku, diajaknya untuk tidak terpengaruh dengan berita hoax atau bohong yang bisa memprovokasi antar umat beragama. ”Semestinya harus berikan berita-berita yang sejuk, mengajak orang untuk berdamai, hidup rukun, bukan memecah belah dengan berita hoax. Untuk itu, berita yang beredar di media internet tidak boleh langsung dipercaya, namun harus didalami. Jangan sampai kita tertipu dan terpancing dengan berita hoax,” pungkasnya.

Comments

comments