Warga dunia terang-terangan menuding Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) pembunuh Khashoggi. Foto: AFP

@Rayapos | Pemerintah Turki meyakini, mayat jurnalis Jamal Khashoggi dipotong kecil-kecil. Dimasukkan tas. Dibawa terbang meninggalkan Istanbul pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20.

Demikian dilansir dari media berta online Middle East Eye, yang berpusat di London, Inggris. Media ini mendapatkan sumber informasi intelijen Turki.

Dipaparkan, jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh oleh pembunuh profesional dari Saudi Arabia di Kantor Konsulat Saudi Arabia di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Kematian Khashoggi di lokasi tersebut, akhirnya diakui oleh pihak Kerajaan Saudi Arabia. Tapi, pihak Kerajaan Saudi menyebutkan, penyebabnya akibat perkelahian. Tidak dijelaskan detilnya.

Menurut media massa tersebut, pemerintah Turki meyakini, pengawal pribadi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) membawa potongan tubuh Jamal Khashoggi, keluar dari wilayah Turki.

Pengawal pribadi MBS yang dimaksud adalah Maher Abdulaziz Mutrib. Disebutkan, Mutrib sering tampak bepergian bersama MBS.

Mutrib pada hari pembunuhan Khashoggi, 2 Oktober 2018, berada di Istanbul.

Seperti diberitakan Rayapos, Khashoggi memasuki Gedung Konsulat Saudi Arabia di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 pukul 13.14 waktu setempat.

Kronologis versi Daily Mail

Khashoggi (59) adalah jurnalis Washington Post. Dia warga Saudi Arabia. Dulu, dia salah satu orang kepercayaan (penasihat) Kerajaan Saudi Arabia. Sehingga mengetahui seluk-beluk Kerajaan Saudi.

Dia dianggap pembangkang oleh pemerintah Kerajaan Saudi, dan dilenyapkan pada 2 Oktober 2018.

Sebelum dilenyapkan, Khashoggi sebenarnya merasa, bahwa dia dalam kondisi bahaya.

Saksi hidup yang mengatakan itu adalah tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz (36). Cengiz bersama Khashoggi, beberapa menit sebelum Khashoggi hilang untuk selamanya.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (19/10/2018) Khashoggi menjemput maut, karena dia hendak menikahi wanita Turki, Hatice Cengiz.

Sejak Juni 2018 Khashoggi tinggal di Amerika, dekat Washington DC. Dia ke Amerika setelah berselisih dengan rezim Kerajaan Saudi.

Tapi, dia tidak berniat tinggal di Amerika. Ambisinya menikahi Cengiz, kemudian menetap di Turki.

Khashoggi berstatus menikah. Isterinya tinggal di Saudi. Sedangkan, pemerintah Turki melarang poligami. Maka, untuk bisa menikahi Cengiz, Khashoggi harus bercerai dulu dengan isterinya.

Nah… mengurus surat cerai itulah Khashoggi harus mendatangi Konsulat Saudi Arabia di Istanbul, Turki. Di gedung Konsulat itulah dia dijemput maut.

Demi Cinta Khashoggi pada Cengiz

Dia pertama kali mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul pada Jumat, 28 September 2018. Dia bertanya tentang mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk memverifikasi perceraiannya.

Dia diberitahu, bahwa konsulat tidak bisa memberikan apa yang dia butuhkan hari itu. Tapi dia dianjurkan petugas, agar kembali pada minggu berikutnya.

Dia meninggalkan gedung itu. Dapat nomor telepon seorang pejabat intelijen yang membantunya di situ.

Cengiz, tunangannya, mengatakan, pertemuan Khashoggi dengan staf konsulat adalah ‘positif’. Staf konsulta ‘menyambutnya dengan hangat’ dan meyakinkannya, bahwa dokumen yang diperlukan akan datang.

Dia diberitahu untuk kembali empat hari kemudian, Selasa, 2 Oktober 2018. Untuk mengumpulkan dokumentasi.

Selasa, 2 Oktober 2018. Pukul 03.28 sebuah jet bisnis Gulfstream IV HZ-SK2, mendarat di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki.

Jet ini milik maskapai Sky Prime. Perusahaan penerbangan Riyadh, dikenal dekat dengan rezim Kerajaan Saudi.

Diperkirakan, penerbangan itu membawa sembilan pejabat Saudi dan perwira intelijen.

Diidentifikasi oleh kubu pembangkang, bahwa Letkol Salah Muhammad al-Tubaigy, Kepala Bukti Forensik, Departemen Keamanan Umum Saudi Arabia, salah satu penumpang pesawat.

Bukti seperti difilmkan pada CCTV di paspor kontrol, sembilan menit setelah pesawat mendarat.

Mereka lantas bergerak menuju tengah kota Istanbul.

Sekelompok orang masuk ke hotel bintang lima, Movenpick (sangat dekat dengan gedung Konsulat Saudi) pada pukul 5.05 pagi.

Sekelompok orang lainnya, pergi ke Grand Wyndham.

Kelompok di Movenpick pesan untuk tiga malam. Tapi kenyataannya mereka hanya beberapa jam saja di hotel.

Ada Kejutan bagi Pembunuh

Pukul 9.30 kelompok Movenpick meninggalkan hotel. Terekam CCTV.

Pagi itu, Khashoggi menelepon konsulat. Bertanya tentang waktu, kapan dia bisa mengurus dokumen. Petugas memberitahu, bahwa surat-surat yang dibutuhkan Khashoggi akan siap sore itu. Paling tidak, pukul 13.00

Pada pukul 12.30, semua staf lokal Turki di Konsulat Saudi, keluar berangkat makan siang.

Pada saat itu mereka diberitahu, agar mengambil libur sore. Karena akan ada pertemuan diplomatik tingkat tinggi, nanti.

Artinya, mereka tidak usah kembali ke kantor. Jadi, kantor hanya berisi karyawan orang Saudi.

Catatan WhatsApp menunjukkan, Khashoggi terakhir melihat pesannya di ponsel AS di 13.06.

Dan, pada pukul 13.14 sebuah kamera CCTV di pintu masuk konsulat mencatat kedatangan Khashoggi.

Tapi, ada sesuatu yang di luar perhitungan pihak pembunuh. Karena Khashoggi datang tidak sendirian. Melainkan bersama tunangannya, Cengiz.

Ternyata, Cengiz tidak ikut masuk ke gedung konsulat. Cengiz menunggu di dekat pintu depan. Tidak dijelaskan, atas inisiatif siapa Cengiz tidak masuk gedung.

Ini penting… Khashoggi menyerahkan telepon genggamnya pada Cengiz.

Khashoggi menyerahkan handphone sambil berpesan, menunjuk alamat nomor telepon di handphone tersebut, nomor seseorang.

Khashoggi berpesan, jika terjadi sesuatu terhadap dirinya, maka Cengiz diminta menelepon nomor tersebut.

Pemilik nomornya adalah penasihat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Dari kejadian ini, tampak bahwa Khashoggi sudah merasakan ada sesuatu yang berbahaya mengancam dirinya.

Bisa dibayangkan, Cengiz mestinya juga merasa khawatir. Atau bisa jadi hal-hal semacam ini sudah biasa mereka lakukan. Pekerjaan Khashoggi adalah jurnalis yang lekat dengan bahaya.

Cengiz menjawab: “Aku akan menunggu di sini untukmu.”

Khashoggi menimpali: “Baiklah sayangku…”

Itulah komunikasi terakhir mereka. Kemudian Khashogi masuk gedung. Di rekaman CCTV Khashoggi masuk pukul 13.14.

Penasihat Presiden Turki, Datang Pertama

Hampir dua jam kemudian, Cengiz melihat kendaraan dengan pelat diplomatik meninggalkan konsulat.

Mobilnya, Mercedes Vito hitam dengan kaca jendela gelap.

Info dari sumber lain menyebutkan, di tempat lain, ada kendaraan lain melaju ke kediaman Konsul Jenderal Saudi Arabia untuk Turki, Mohammed al-Otaibi di Istanbul.

Mereka tiba di kediaman al-Otaibi pukul 15.10 dan tinggal selama beberapa jam.

Waktu menunjuk pukul 16.00. Khashoggi belum juga keluar dari gedung. Sudah hampir tiga jam Khashoggi di dalam.

Cengiz saat itu sudah sangat khawatir.

Akhirnya, Cengiz masuk gedung konsulat. Dia bertanya ke petugas. Ternyata petugas menjawab, bahwa Khashoggi sudah pergi dari sana.

Cengiz mendebat, karena dia menunggu di dekat pintu masuk. Petugas menjawab enteng, mungkin Cengiz tidak melihat, ketika Khashoggi keluar.

Di situlah Cengiz tahu, bahwa kemungkinan terjadi sesuatu pada kekasihnya. Dia segera menelepon orang yang nomornya ditunjuk Khashoggi.

Orang itu bernama Yasin Atkay, Penasihat Presiden Turki Erdogan. Yasin Atkay segera datang ke konsulat. Tapi, Khashoggi tidak pernah kelihatan lagi.

Pukul 17.15 pesawat Jetstream Aviation Services Sky (kedua) HZ-SK1, membawa enam pejabat Saudi mendarat di Bandara Ataturk.

Berita menghilangnya Khashoggi menyebar dengan sangat cepat. sebab, ada peran penasihat Presiden Erdogan di situ.

Karena Yasin Atkay pula, menyebabkan pemerintah Turki menggeledah gedung Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, beberapa hari kemudian. Penggeledahan dilakukan selama delapan jam.

Tidak ditemukan mayat Khashoggi di dalam gedung. Petugas hanya menemukan, bahwa ada bagian dalam ruangan yang dicat ulang. Atau cat baru. Seolah menutupi sesuatu.

Potongan Tubuh Khashoggi versi Middle East Eye

Berdasarkan sumber intelijen Turki yang diterima Middle East Eye, mayat Khashoggi dipotong-potong di dalam gedung Konsulat.

Itu untuk memudahkan pelenyapan. Dipotong kecil-kecil, dimasukkan kantong plastik. Lalu dimasukkan tas besar.

Pembawa potongan mayat Khashoggi adalah pengawal MBS, Maher Abdulaziz Mutrib.

Mutrib meninggalkan Istanbul dengan sebuah jet pribadi pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat. Tujuannya Riyadh, Saudi.

Tas bawaan Mutrib tidak diperiksa, karena dia menggunakan ruang tunggu VIP di bandara Ataturk.

Selain itu, otoritas bandara juga tak memeriksa pesawat jet pribadi dengan nomor registrasi HZ-SK1 itu.

Mutrib dan pesawat tersebut lolos dari pemeriksaan. Itulah pesawat terakhir yang barang bawaannya tidak diperiksa otoritas bandara.

Setelah itu, kabar hilangnya Khashoggi menyebar. Di kalangan elit pemerintah. Meskipun belum diketahui kondisi Khashoggi, namun pesawat berikut sudah diperiksa ketat.

Pesawat jet pribadi tujuan Saudi juga, berangkat kemudian. Pesawat kedua ini diperiksa ketat di bandara. Tapi, polisi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Namun, para petugas bandara mengatakan, Mutrib yang menggunakan paspor diplomatik, terlihat tergesa-gesa saat menuju pesawat.

Meskipun klaim skenario pembunuhan dan mutilasi mayat Khashoggi ini belum tentu benar, tapi beredar luas di media massa Turki.

Mayat Khashoggi Dilenyapkan di Turki

Di sisi lain, sejumlah sumber di pemerintahan Saudi mengatakan, jenazah Khashoggi digulung di dalam karpet dan diserahkan kepada “kolaborator lokal” untuk dilenyapkan.

“Kolaborator lokal” maksudnya, orang bayaran di Istanbul. Diserahi tugas melenyapkan mayat Khashoggi.

Cara ini dianggap lebih praktis. Dianggap tidak terlalu rumit membawa potongan mayat ke bandara, seperti skenario di atas.

Tapi, skenario ke dua ini jauh lebih berisiko dibanding skenario pertama. Sebab, “kolaborator lokal” adalah saksi penting yang bisa jadi bom waktu. Pada saatnya bisa meledak.

Baca Juga:

Pangeran Harry Harapkan Anak Pertamanya Berjenis Kelamin Perempuan

Begini Tanggapan Menteri Susi Setelah Sandiaga Minta Woles Aja

Bupati Bantul Dukung Jokowi, Ini Respon Gerindra

Presiden Erdogan Janji, Ungkap Pembunuhan Khashoggi

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah akan membeberkan semua kebenaran terkait kematian Khashoggi. Secepatnya.

“Turki akan mengungkap apa pun yang terjadi. Tidak ada perlu meragukan itu,” kata Omer Celik, juru bicara partai yang berkuasa, seperti diwartakan AFP, Sabtu (20/10/2018).

Celik menyebut, pengungkapan misteri kematian Khashoggi merupakan “utang kehormatan” Turki.

“Kami tidak menuding siapa pun sebelumnya, namun kami tidak menerima apa pun yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku tidak puas dengan penjelasan pemerintah Saudi terkait kematian sang jurnalis.

Seperti diketahui, Saudi mengakui Khashoggi telah tewas di gedung konsulat akibat terlibat perkelahian. Pihak berwenang Saudi juga belum menyodorkan bukti untuk mendukung klaim itu.

Namun, petinggi Turki menyebut kontributor Washington Post itu sengaja dibunuh dan tubuhnya dimutilasi.

Awal pekan ini, pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya mengatakan tentang kepemilikan bukti audio dan visual untuk mendukung temuan tersebut.

Melansir BBC, kerajaan Saudi mengklaim terjadinya pertikaian antara Khashoggi dan orang-orang yang bertemu dengannya di konsulat. Perkelahian itu berujung pada kematian.

Otoritas Saudi telah menangkap 18 orang terkait kasus ini dan memecat dua pejabat senior, yaitu Wakil Kepala Intelijen Ahmad al-Assiri dan pembantu senior Putra Mahkota, Saud al-Qahtani.

Sementara, pejabat anonim menyatakan, jasad Khashoggi diserahkan kepada “kolaborator setempat” untuk dibuang. Jamal Khashoggi merupakan seorang pengkritik kepemimpinan kerajaan dan menjadi kontributor Washington Post.

Dia terlihat terakhir kali pada 2 Oktober 2018 saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul. (*)

BAGIKAN