Bandit jalanan di Polres Jakarta Barat (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Sebagian besar bandit jalanan yang berkeliaran di daerah Jakarta Barat, positif menggunakan sabu. Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombespol Hengki Haryadi.

“Beberapa waktu lalu marak terjadinya kasus curas atau jambret kemudian curas yang lain. Setelah kami analisa ternyata sebagian besar pelakunya positif narkoba” ujar Hengki  di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (6/8/2018).

“Ini adalah satu rangkaian pengungkapan daripada penyelahgunaan narkoba khususnya sabu. Awal penyelidikan kami menganalisa ada kaitannya antara kejahatan jalanan dengan penyalahgunaan narkoba,” lanjutnya.

Baca juga:

Cewek Ini Ganti Pakaian di Mal, Video Bugilnya Akan Dijual

Gerakan #JalanTerusIndonesia Didukung Jokowi

Dovizioso Ungkap Rahasia Tampil Cepat di Brno

Dikatakan Hengki, Asumsi adanya indikasi hubungan yang cukup erat antara kejahatan jalanan dengan peredaran narkoba sabu adalah saat pihaknya menangkap dan mengkupa sindikat kejahatan geng tenda orange yang beranggotakan 8 orang.

Dimana para pelaku geng tenda orange, semuanya positif menggunakan sabu.

“Bahkan dari 8 tersangka kasus tenda orange yang korbannya salah satunya dirjen PUPR, seluruhnya dari 8 orang pelaku geng tenda oranye ini positif narkoba termasuk yang diambil tindakan tegas,” ujar Hengki.

“Disini timbul analisis kami apakah mereka ini memang kehilangan empatinya, rasa takutnya karena dari pengaruh narkoba. Apakah mereka ini lakukan tindakan kejahatan narkoba krn murni kebutuhan ekonomi atau karena dalam pengaruh narkoba. Ini masih kami dalami,” kata Hengki.

Sementara itu Hengki mengatakan pihaknya sama sekali tisak akan main main dalam mengungkap kasus kejahatan jalanan dan peredaran narkoba, apa lagi saat ini kejahatan jalanan seperti di kendali akibat pengaruh narkoba yang di konsumsi pelaku kejahatan.

“Kita akan memberikan efek getar, efek jera kepada para pelaku ini,” ujarnya.

BAGIKAN