Pertemuan Megawati dan Airlangga (Dok Istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto telah bertemu secara khusus. Dalam pertemuan tertutup itu, berbagai hal dibahas, salah satunya soal pencapresan Presiden Joko Widodo.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan Airlangga bicara soal sejarah panjang kerja sama Golkar-PDIP. Megawati, kata Hasto, gembira saat Airlangga juga bicara sejarah hubungan Golkar dan Bung Karno.

“Pada kesempatan tersebut juga disepakati pentingnya dukungan kepada Presiden Jokowi, juga disertai dengan agenda penataan sistem dan kelembagaan politik nasional agar sesuai dengan Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa,” ujar Hasto dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (17/7/2018).

Baca juga:

Wali Kota Dicopot, Sandiaga Uno: You Can Be Replaced Anytime

Nama ‘Gareth Soutghate’ Jadi Nama Stasiun Kereta di London

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus dan Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani.

Airlangga, masih kata Hasto, juga bicara soal kajian terhadap amandemen UUD ’45 dan upaya memperjuangkan MPR memiliki kewenangan di GBHN. Kemudian pernyataan itu ditanggapi secara serius oleh Megawati yang menceritakan Bung Karno pada tahun 1960-an mengumpulkan lebih dari 600 doktor dan merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana.

“Pola Pembangunan Semesta tersebut harus dipelajari kembali dan ditangkap ruhnya sebagai haluan negara yang menjabarkan Pancasila agar Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkebudayaan”, kata Megawati seperti disampaikan Hasto.

Pertemuan keduanya juga membahas soal kandidat cawapres Jokowi. Siapa yang disepakati?

“Jadi PDI Perjuangan sangat memahami apabila Golkar mencalonkan Pak Airlangga untuk mendampingi Pak Jokowi, sebab hal itu merupakan cita-cita setiap partainya untuk mendorong kadernya. Namun tentunya hal tersebut akan didialogkan bersama. Yang pasti, pertemuan tersebut sangat kondusif dan banyak hal-hal fundamental yang dibahas terkait dengan kerja sama kedua partai saat ini dan ke depan,” ujar Hasto.

Pertemuan digelar di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018) kemarin. Durasinya lebih dari dua jam.

BAGIKAN