SPG berinisial N saat ditangkap

@Rayapos | Magelang – Bayi baru lahir dibuang ibunya N (24) dari lantai 3 sebuah mal di Kota Magelang, Jawa Tengah. N yang berprofesi SPG itu baru melahirkan sang bayi di toilet mall tersebut.

Kasat Reksrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo membeberkan pengakuan N, Jumat (12/10/2018).

“N masih bekerja di situ, tiba-tiba ia merasa sakit perut ingin melahirkan. Ia naik ke lantai 3, masuk ke toilet dan melahirkan normal sendirian, juga tanpa obat-obatan tertentu,” jelas Rintoseperti dilansir dari kompas.com.

“Tapi ia panik karena di luar ada teman-temannya. Spontan ia melihat celah jendela lalu melempar bayinya. Ia tidak mau kehamilannya diketahui teman-temannya,” lanjut Rinto.

Baca juga:

Sekeluarga Ini Kompak Membunuh Asep dengan Palu

Ingin Tambah Penghasilan, Buruh Pabrik Ini Nekat Edarkan Sabu

Salah seorang saksi mata yang juga merupakan petugas parkir, Romadon (44) mengatakan bahwa dirinya menemukan bayi tersebut pada sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu awalnya dia mendengar suara benda jatuh.

Romadon sempat mengira bunyi tersebut akibat buah sukun yang jatuh dari pohon, lantaran di sebelah tempat parkir ada pohon sukun.

“Saat saya periksa, ternyata ada bayi sudah tergeletak di tanah,” ungkap Romadon.

Saat itu sang bayi dalam kondisi terikat ari-ari. Bercak darah pun terlihat pada bagian kepalanya.

Untungnya bayi itu masih diberi mukjizat. Ia masih selamat meski mengalami luka di pipi kiri, dada, siku tangan kiri serta memar sepanjang punggung dan alat vital.

Belum sempat sampai kantor polisi, melintas mobil patwal yang tengah operasi. Romadon pun melaporkan kejadian tersebut dan ditindaklanjuti dengan proses evakuasi bayi berjenis kelamin perempuan itu.

Baca juga:

Kepala Bapak dan Anak Ini Gepeng, Otaknya Berceceran Setelah Dilindas Truk

Usai kejadian, polisi langsung bergerak cepat dan melakukan olah TKP, termasuk mengumpulkan seluruh karyawan Matahari Dept Store Magelang.

Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan dan saksi, polisi kemudian mengamankan N pada Jumat (5/10/2018).

Bayi N di RS Harapan, Magelang
Bayi N di RS Harapan, Magelang

N sempat berkelit dan tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah diberikan bukti-bukti kuat, dia pun akhirnya tak bisa mengelak. Apalagi saat diamankan, N diketahui dalam kondisi pendarahan.

Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari 6 saksi, yang terdiri dari keluarga, karyawan mal, dan warga yang menjadi saksi di lokasi.

Ketika diperiksa polisi, N mengaku menyesal. Perbuatan di lantai 3 mal di Magelang, Selasa (2/10/2018), ia lakukan karena panik.

 

Dari pengakuannya yang diterima kepolisian, N telah lama pisah ranjang dengan suami sahnya.

Bayi yang ia buang merupakan hasil dari hubungan gelap dengan pria lain. Ia pun mengaku menyesal nekat membuang bayinya tanpa pikir panjang.

Meski begitu, N belum menyampaikan keinginan untuk bertemu dengan darah dagingnya itu. Namun N tetap memerah ASI di tahanan untuk sang buah hati.

“Walaupun dalam tahanan, ibunya tetap memerah ASI, yang kemudian kami antar ke rumah sakit supaya diminum bayinya,” ucap Rinto.

Kondisi bayi perempuan di RS Harapan Kota Magelang itu sendiri makin membaik dan bobotnya bertambah.

Polisi mengungkapkan bayi tersebut dilahirkan dalam kondisi prematur.

“Bayi lahir prematur, usia 6 bulan dipaksa keluar oleh ibunya,” jelas Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, usai menjenguk bayi di RS Harapan, Rabu (3/10/2018).

Dia menyebutkan, saat dilahirkan, bayi dalam kondisi hidup dan hanya memiliki berat 1,8 kilogram.

Sementara N saat ini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk dipertimbangkan dalam proses hukum selanjutnya.

“Pemeriksaan kejiwaan itu nanti untuk mengetahui apakah tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak. Saat ini masih diobservasi oleh tim di RSJ Prof Dr Soerojo,” ucap Rinto.