Membangun anak cinta alam dan sahabatnya

@Rayapos.com | Jakarta: Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD yang berorientasi pada kekayaan alam dan lingkungan. Pengembangan PAUD yang berorientasi pada persahabatan antaranak calon pemimpin masa depan bangsa dengan lingkungan dan kekayaan alam di sekitarnya.

Setelah mengelola lima PAUD dengan berhasil di beberapa tempat, yaitu di Pacitan, Jawa Timur, di Kampung Melayu dan Kompleks Buncit Indah, Jakarta, di daerah gunung dan desa terpencil di Loji, Bogor, minggu lalu Yayasan Anugerah Kencana Buana mulai mensosialisasikan pengembangan fasilitas bermain untuk anak balita yang lebih lengkap. Agar di kemudian hari dapat dikembangan menjadi fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD yang berorientasi kepada kekayaan alam dan lingkungan.

Pengembangan PAUD ini berbeda dengan lima yang sudah menjadi model sebelumnya, karena yang terakhir ini dibangun suatu jenis baru yang berorientasi pada persahabatan antar anak-anak calon pemimpin masa depan bangsa dengan lingkungan dan kekayaan alam di sekitarnya. Orientasi anak didik dan bunda PAUDnya akan lebih kepada bagaimana anak-anak didiknya merasa menjadi saudara sesama anak didik lainnya dan akrab lingkungan serta kekayaan alam di sekitarnya. Lokasi PAUD ini, kalau dilihat sejarah wilayahnya, tidak berada di kota besar, tetapi di kampung yang masuk dalam sebuah wilayah “desa”.

Desanya bernama Cinangka berada di wilayah kecamatan Sawangan, Bogor yang jauh masuk dalam wilayah yang penduduknya lebih banyak bisa disebut penduduk desa. Tetapi karena dalam pengertian statistik Desa itu kemudian nuncul menjadi wilayah Kota, maka penduduk Desa ini secara statistik berubah digolongkan menjadi penduduk kota atau penduduk urban. Sejak menjadi wilayah urban maka desa ini juga berkembang cepat sekali. Hampir setiap hari ada saja keluarga baru atau keluarga lama yang mendirikan rumah baru yang bergaya modern.

Disamping itu tahap demi tahap ada saja tanah kosong yang kemudian menjadi kampung baru dengan rumah-rumah baru yang tertata rapi seperti kompleks baru. Lama kelamaan ciri sebagai wilayah desa makin surut dan makin mendekati wilayah kota yang benar. Hanya bedanya selalu saja ada bagian yang menunjukkan ciri asli wilayah dan rumah keluarga desanya. Karena itu dari waktu ke waktu selalu ada keluarga baru yang datang bukan sebagai penduduk asli desa tetapi keluarga baru yang bisa digolongkan sebagai keluarga modern atau keluarga urban dengan ciri lengkap sebagai keluarga urban.

Ciri keluarga desa isterinya biasa tinggal di rumah mengurus urusan rumah tangga dan keperluan masak memasak untuk seluruh keluarganya. Ciri keluarga urban yang baru datang umumnya muda dimana laki perempuan dua-duanya bekerja. Kalau dua orang suami isteri bekerja, maka anakya yang masih kecil dibawa kerja atau dititipkan pada tempat penitipan anak tidak jauh dari tempat kerjanya. Sehabis kerja anak itu diambil dan dibawa pulang bersama-sama.

Dari waktu ke waktu kebutuhan untuk penitipan anak seperti itu mulai muncul dan mulai ada pembicaraan akan kebutuhan tempat penitipan anak atau tempat bermain bagi anak-anak yang orang tuanya berciri modern seperti itu. Kebutuhan itu muncul dari pembicaraan antar warga di kampung yang masih ada cirinya pedesaan itu dan sampailah pada adanya kebutuhan yang makin mendesak untuk itu.

Pada hari Minggu setelah diadakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, bersama punggawa desa dan pak Camat dilakukan tes lapangan dengan diundang keluarga di desa Cinangka yang memiliki anak-anak balita untuk datang dan mengikuti Lomba memberi warna pada pola gambar yang telah disiapkan. Acara itu mendapat perhatian yang besar. Tidak kurang dari 50 anak balita dan adik-adiknya yang lebih kecil banyak yang datang. Anak balitanya mengikuti lomba menggambar, sedang adik-adiknya bersama ibu dan neneknya ikut nimbrung bermain di sekitar tempat diadakannya lomba yang telah disulap lengkap seperti PAUD dengan alat-alat mainan seperti PAUD sesungguhnya.

Adik-adiknya bermain di luar ruang yang tersedia alat-alat permainan seperti alat seimbangan, alat mainan putar, alat mainan gantungan, perosotan dan lainnya. Anak-anak dengan senang hati main dengan berani, ibu dan pengantarnya ada yang berjaga dengan rasa takut karena anak-anaknya jauh lebih berani bermain karena dilihat sesama anak balita lainnya.

Orang tua yang barangkali di masa kecil tidak mengenal permainan itu merasa was-was dan berjaga-jaga dengan waspada. Di dalam ruangan lain, seperti halnya suatu PAUD, ada beberapa sentra seperti sentra main peran, sentra yang dilengkapi alat olah peran yang mudah dimainkan anak-anak balita. Termasuk alat-alat lain yang banyak lagi akan ditambah apabila PAUD yang ditujukan bagi anak-anak balita itu dibuka secara resmi pada lokasi yang gedungnya sudah siap beroperasi. Yang membedakan PAUD berbasis keakraban sesama anak balita kawan-kawannya dengan lingkungan dan kekayaan alam adalah dikembangkannya kegiatan anak balita di luar gedung langsung dengan keaneka-ragaman lingkungan dan kekayaan alam.

Ada tersedia Kebun Bergizi yang nantinya ditanami oleh anak-anak balita, disiram dengan penuh kasih sayang dan pertumbuhan tanaman itu diikuti secara langsung oleh setiap anak sehingga mereka makin mahir untuk mencintai lingkungan di sekitarnya. Ada juga tanaman yang dipelihara bersama ikan sehingga sisa pupuk meluber kepada ikan dan menjadi makanannya. Ada ternak kambing yang kambingya akrab dengan anak-anak balita, mendapat jatah makanan dari setiap anak balita, sehingga jinak dan dapat diajak bermain bersama anak balita yang memberi makan kepada kambingnya dengan kasih sayang.

Anak-anak diajak akrab karena cinta kasih itu akan dibalas oleh setiap tumbuhan atau binatang dengan cinta kasih juga. Anak-anak akan belajar mencintai dan bicara dengan tanaman atau binatang sesungguhnya bukan kertas atau gambar yang mati tetapi makluk hidup yang akan memberi balasan setimpal terhadap tingkah laku yang saling berbagi cinta. Sosialisasi yang marak itu dihadiri oleh wakil-wakil Dosen PAUD dari Universitas Trilogi Jakarta yang menampung mahasiswa untuk S1 dan juga calon-calon manajer untuk S2 dengan Pimpinan program studinya.

Mereka memberikan apresiasi terhadap perencanaan PAUD berbasis masyarakat tersebut dan bisa saja dikemudian hari menjadi bentuk model dari kegiatan PAUD yang memberikan pendekatan lain disamping pendekatan klasikal biasa seperti kebanyakan PAUD di Indonesia. Dalam acara lomba yang dibagi menjadi dua kelompok untuk anak-anak yang datang melimpah pada acara itu

Pak Camat Sawangan yang hadir bersama Ibu Zainuddin sempat membagikan hadiah bagi lima pemenang anak-anak balita yang menyajikan pewarnaan gambar yang indah pada pola yang telah disediakan. Hadiahnya berupa Piala yang cukup besar dan untuk pemenang pertama sampai ketiga mendapat hadiah Asuransi untuk keluarganya yang menjamin keluarga yang bersangkutan mendapat perlindungan selama satu tahun penuh. Asuransi ini menjamin seluruh keluarga dengan jaminan dari AJB Bumiputera. Hadiah lainnya diberikan oleh Ibu Astuty Haryono selaku sesepuh dari Yayasan Anugerah Kencana Buana.

rayapos.com - Asuransi kesehatan
(Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin RI).

Comments

comments