Ambulance terus berdatangan membawa bagian tubuh korban (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Kapusdokkes Polri Brigjen Pol dr Arthur Tampi mengatakan, kemungkinan proses identifikasi korban JT-610 dilakukan dengan metode DNA. Karena 24 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara (Polri) Jakarta Timur, hanya berupa potongan tubuh.

“Primer itu kita paham ada tiga. Identifikasi primer itu sidik jari, rekam gigi, dan dna. Gigi ndak kita temukan sidik jari belum kita temukan. Nah yang paling mungkin DNA,” kata dr Arthur di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Baca juga:

Cristiano Ronaldo Geser Posisi Selena Gomez di Instagram

Pakar Aviasi Inggris Ungkap Masalah Mekanis di Pesawat JT-610

Terkait dengan proses indentifikasi dengan metode DNA, dia menjelaskan pihaknya membutuhkan waktu 1 kali 24 jam untuk satu profile DNA.

“Untuk memprofiling dan kemudian kita profile juga pembanding dari keluarga yang datang,” kata dia.

Dia berharap sejumlah keluarga korban harus datang ke rumah sakit guna mempercepat proses identifikasi melalui metode DNA.

“Kalau dia anak yang menjadi korban, orang tua datang ke sini bapak sama ibu termasuk adeknya bisa datang ke sini atau kakaknya datang ke sini. Yg ada hubungan darah,” pintanya.

Arthur meminta semua pihak bersabar, karena pihaknya juga membutuhkan waktu. Menurutnya, dengan modal potongan tubuh yang diterima, RS Bayangkara membutuhkan waktu paling cepat 4 sampai 8 hari dalam melakukan identifikasi.

“Sekali lagi kira perlu waktu. Karena masyarakat pasti bertanya kenapa lama? Dengan body part yang kita temukan, paling cepat kita akan dapat mengidentifikasi yang sudah ada itu adalah sekitar 4-8 hari ke depan,” pungkasnya.

Seperti diketahui RS Polri Jakarta Timur, telah menerima 24 kantong jenazah korban kecelakan pesawat JT610.

Dari 24 kantong tersebut dipastikan tidak ada jenazah yang utuh.

Diprediksi hari ini sejumlah kantong jenazah dari pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utata bakal kembali tiba di ruang Instalasi Kedokteran Forensik, RS Bhayangkara Jakarta Timur.