Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo seusai menghadiri puncak acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 | Foto: Rayapos

@Rayapos | Bogor – Keseriusan pemerintah dalam memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terus dilakukan. Tidak hanya di perkotaan, kawasan perdesaan pun kini terus meningkatkan ketahanan untuk menangkal ancaman dari narkoba.

Berdasarkan survey nasional, prevelensi penyalahgunaan narkoba sebanyak 1,77 persen atau 3,5 juta pengguna pada usia produktif 10-59 tahun. Sehari 30 orang meninggal akibat narkoba.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Kementerian Desa PDTT terus mendorong penggunaan dana desa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).

“Dana desa ini kita gunakan untuk pembangunan desa-desa. Sekarang ini daerah-daerah rawan bencana, rawan kebakaran berkurang jauh,” kata Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo seusai menghadiri puncak acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido Bogor, Kamis (12/7/2018).

“Kita gunakan dana desa untuk mendongkrak produk unggulan daerah. Yaitu di sektor-sektor pertanian supaya masyarakat pendapatannya naik dan tidak mencari pendapatan dari hal-hal yang haram (narkoba).”

Baca Juga:

Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi, Ini Kata Cak Imin

PKB Tantang Mahfud MD dan Cak Imin Adu Elektabilitas untuk Cawapres Jokowi

Menteri Eko melanjutkan, dengan mendorong tiap daerah menentukan Prukadesnya, maka bisa mengalihkan masyarakat untuk menanam produk pertanian yang lain. Ia mencontohkan di Aceh yang masih ada ladang ganja, bisa menanam jagung atau padi.

“Yang baru kita lakukan untuk penanggulangan narkoba saat ini di Aceh saja. Penguatannya dengan Prukades dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Aceh pertumbuhan BUMDesnya paling cepat, karena mengelola hasil pascapanen pertanian juga,” tuturnya.

Ia menambahkan, Aceh juga menjadi daerah yang memiliki jumlah BUMDes yang paling banyak. Hingga akhir tahun 2017, jumlahnya mencapai 7.082 dari jumlah BUMDes seluruh Indonesia sekitar 32.249 BUMDes.

Sejalan dengan pemberantasan narkoba, BNN mencanangkan Desa Budeng, Kabupaten Jembrana sebagai desa bersih narkoba untuk menangkal peredaran narkoba khususnya di pedesaan.

Puncak peringatan HANI 2018 juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Ombudsman, serta beberapa mantan Kapolri, Wakapolri, dan Kepala BNN.