Mengusik Sang Banteng Adalah Langkah Bunuh Diri Tersukses Rizieq Shihab

Nasib Rizieq Shihab kelihatannya tinggal menunggu waktu. Semua ucapan, makian, hinaan, serta sumpah serapah yang ia lontarkan, satu persatu kini mulai kembali mendatanginya. Bukan hanya mendatangi, tapi mulai mencakar, menggaruk, mencabik, menggigit dan mengoyak Rizieq sendiri.

Mencari gara-gara dengan semua pihak sudah dijabani Rizieq dan FPI. Merasa keenakan, akhirnya Rizieq melakukan blunder terbesar dalam karir kehabibannya.

Ia mengusik sang banteng.

Entah Rizieq sama sekali sudah kehilangan kewarasan, ataukah ia kadung merasa menjadi “raja” dimana sabda berbentuk caci maki, hujatan, serta fitnah selama ini  selalu ditelan sebagai firman kebenaran oleh para pendukungnya.

Selama ini Rizieq sangat didewakan. Setiap perkataan sampah yang ia ucapkan, berubah menjadi mutiara nan indah di telinga para cungkring bersumbu pendek.

Namun kelihatannya keadaan sudah berubah.

Rizieq dengan pongah mengusik ketenangan sang banteng. Seharusnya ia berganti pakaian, memakai baju cowboy jika ingin bermain-main dengan banteng-banteng yang selama ini cenderung diam melihat sepak terjang Rizieq.

Sayangnya, ia masih tetap mengenakkan daster putihnya.

Kini ia sulit untuk lari menghindar, Sang Banteng sudah keluar dari sarangnya dengan hembusan asap kemurkaan dari hidung. Kepala tertunduk, namun tanduk terangkat siap melampiaskan semua angkara murka.

Rizieq terpaku, kaget tak percaya. Bagaimana ia menghindari kejaran dan amukan sang banteng dengan daster putih yang melilit tubuhnya?

Kepongahannya menganggu PDI Perjuangan dan Megawati Soekarnoputri, adalah langkah bunuh diri tersukses Rizieq Shihab.

Tidak diperlukan waktu lama untuk PDIP mulai melancarkan pukulan balik kepada Rizieq. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun langsung mengeluarkan pernyataan resmi, ketika pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri digugat oleh Rizieq.

Dikutip dari situs resmi PDI Perjuangan, begini respon para kader banteng:

  1. Keseluruhan pidato Ibu Megawati dipersiapkan oleh Beliau melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia. Pidato tersebut juga diucapkan dengan komitmen kuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan Indonesia. Dalam kapasitas Ibu Megawati sebagai Ketua Umum dan Presiden Kelima RI maka sangat wajar Beliau memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul saat ini. Sekiranya Bapak Rizieq Shihab (mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj), memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq. Lebih-lebih, Pak Rizieq selama ini telah mengobarkan rasa kebencian dan memecah belah bangsa. Seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat Ibu Ketua Umum dan Partai.
     
  2. Sekiranya Pak Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum, dan kami akan siapkan pembela hukum terbaik. Bagi kami komitmen terhadap pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. Demikian halnya, bagi yang akan merongrong kewibawaan Bapak Presiden Jokowi dan Pak Wapres Jusuf Kalla, PDI Perjuangan akan membela pemerintahan yang sah dan konstitusional tersebut dari berbagai bentuk ancaman, termasuk tindakan makar. Seluruh anggota, kader dan simpatisan Partai harap menjaga suasana tenang, taat hukum, dan jangan melakukan tindakan kekerasan, sambil menunggu perintah lebih lanjut dari Ibu Ketua Umum. Seluruh jajaran Partai diminta untuk melakukan “Senam Politik” dan terus memerjuangkan politik yang membangun peradaban; politik yang membumikan Pancasila dan politik yang berkebudayaan, disertai keberpihakan terhadap rakyat yang mencintai hidup rukun dan damai.
     
  3. PDI Perjuangan percaya bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi silent majority untuk bangkit dan menggalang kekuatan. Jangan biarkan negeri yang damai ini diinjak-injak oleh mereka yang bermaksud memecah belah bangsa. Kita kobarkan semangat Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang. Apa yang dilakukan oleh FPI dengan membubarkan aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis merupakan tindakan yang telah melampaui batas. Tidak bisa diterima dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri.
     
  4. Dalam kapasitas sebagai kader Partai kami selalu diajarkan untuk memiliki kesadaran lingkungan bahwa mayoritas rakyat Indonesia adalah muslim. Dalam sejarah yang Ibu sampaikan bagaimana kami memahami pemikiran-pemikiran Bung Karno tentang Islam yang membangun peradaban, ketika Beliau berguru secara langsung dengan HOS Cokroaminoto. Bung Karno sangat dekat dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua organisasi Islam tersebut benar-benar berkeringat dan berdarah-darah untuk tegaknya republik ini bersama PNI saat itu, dan seluruh elemen kekuatan militer bangsa dalam keseluruhan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Karena itulah mengapa Ibu Megawati kokoh berdiri memerjuangkan kemerdekaan seluas-luasnya bagi Palestina; menolak aksi unilateral atas Irak dan membela kedaulatan bangsa Irak dengan gigih. Ibu Megawati juga menolak pemberian blok cepu ke Exxon karena tahu, bagaimana dana minyak itu juga dipakai untuk menciptakan ketidakadilan di Timur Tengah. Krn itulah tuduhan Pak Rizieq ke Ibu Megawati sangat tidak beralasan. Sikap Ibu Megawati yang keras di dalam membela perdamaian di Timur Tengah itulah yang juga ikut mewarnai konstelasi pilpres 2004. Disitulah kenegarawanan Ibu Megawati termasuk ketika membela Ustadz Abu Bakar Baasyir agar tidak di ekstradiksi karen atugas peminpin untuk melindungi segenap bangsa dan sel tumpah darah Indonesia.

 

Perhatikan frase ini Sekiranya Bapak Rizieq Shihab (mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj”

Artinya, tidak ada lagi penghormatan sebagai Habib kepada Rizieq. Ia dianggap sebagai manusia yang memiliki derajat yang sama dengan manusia lain. Penelanjangan identitas ini, merupakan pukulan maut nan telak menghantam kesombongan, keangkuhan dan kepongahan Rizieq.

“Anak-anak saya ini nakal-nakal Bapak Presiden, tapi kalau untuk bangsa dan negara, jiwa mereka berikan.”

Ingat kata-kata itu?

Ya Megawati mengucapkan hal itu dalam pidato HUT PDIP ke 44 beberapa hari lalu, di hadapan Presiden Jokowi dan jajarannya.

Merongrong pemerintah, berarti Rizieq menempatkan dirinya dalam posisi siap perang dengan “banteng-banteng nakal” yang siap untuk digerakkan kapan saja.

Menyentuh  Megawati Soekarnoputri, sama dengan menghantar  nyawa.

Megawati adalah PDIP, PDIP adalah Megawati. Sebagai satu-satunya partai politik yang tetap teguh berpegang pada ideologi Pancasila, mengusik PDIP berarti mengusik Pancasila. Sederhana itu saja.

Mengemis kepada DPR RI supaya terhindar dari amukan banteng, jelas percuma. Nasi sudah menjadi bubur bagi Rizieq. Di luar konstitusi dan pemerintah, Rizieq kini berhadapan dengan kekuatan terbesar di Republik ini: PDI Perjuangan.

Hanya mujizat yang bisa menghindarkan Rizieq dari tandukan sang banteng yang kadung murka. Sayang, mujizat itu kelihatannya tidak pernah akan menjadi nyata untuk seorang Rizieq Shihab.

Salam Banteng …!!!

Comments

comments

LEAVE A REPLY