Kolase: Rayapos / DWO

@Rayapos | Jakarta – Mahfud MD ketiban pulung (sial). Publik melalui berita media massa terlanjur tahu, bahwa dia bakal jadi Cawapres-nya Jokowi. Dia pun siap. Dia mendekat ke lokasi Jokowi di Menteng pada Kamis (9/8/2018). Mendadak batal.

Apa sih yang terjadi? Mahfud menceritakan detil hal itu di Indonesian Lawyers Club, TV One, Selasa (14/8/2018) malam. Demikian:

* Rabu, 1 Agustus 2018 sekitar pukul 23.00 WIB.

Mahfud diundang ke kediaman Mensesneg Pratikno.

Di sana, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki ikut hadir. Mahfud mengaku diberi tahu soal pilihan cawapres Jokowi sudah mengerucut kepada dirinya.

“Lalu saya diberi tahu bahwa Pak Mahfud sekarang pilihan sudah mengerucut ke bapak, harap bersiap-siap, nanti pada saatnya akan diumumkan,” kata Mahfud.

Ia diminta menyiapkan syarat-syarat menjadi cawapres. Pratikno meyakinkan Mahfud segala sesuatunya sudah beres. Hanya saja, Mahfud berkomunikasi dengan PKB.

“Setelah itu saya lakukan komunikasi dengan orang-orangnya Cak Imin. Saya kan bukan calon dari PKB kenapa harus ke PKB nanti orang-orang Golkar sangka saya calon dari PKB,” tutur Mahfud.

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Penonton, INASGOC Jual Tiket Offline

Total Harta Sandiaga Rp 5 Triliun, Punya Tanah di New York dan Singapura

Waspada, Palestina U-23 Bisa Kejutkan Indonesia

* Rabu, 8 Agustus 2018 malam.

Pratikno kembali mengundang Mahfud. Teten Masduki lagi-lagi ikut dalam pertemuan.

Mahfud kemudian diinformasikan bahwa Jokowi akan mengumumkan cawapres keesokan harinya. Pratikno juga membahas detail seremoni deklarasi Jokowi-Mahfud.

“Upacaranya nanti berangkat dari Gedung Joang, Pak Mahfud naik sepeda motor bersama Pak Jokowi bonceng. Pak Jokowi yang di depan,” cerita Mahfud.

* Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 09.00.

Mahfud ditelepon Menteri Seskab Pramono Anung. Pramono meminta Mahfud segera menyerahkan daftar riwayat hidup secara lengkap.

Sebab, saat deklarasi nama harus sama persis dengan yang ada di daftar riwayat hidup. Di saat bersamaan, asisten ajudan Jokowi menghubungi Mahfud, memintanya mengukur baju.

Mahfud keberatan mengingat waktu yang mepet. Alhasil, dipilihlah cara alternatif.

“Oh kalau gitu Bapak bawa saja baju yang Bapak senang dan pas bawa ke sini nanti pakai ukuran itu saja tapi bikin modelnya yang sama dengan Pak Jokowi,” kata Mahfud menirukan asisten ajudan Presiden Jokowi.

* Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 13.00

Mahfud berkomunikasi dengan Teten Masduki. Teten memberi tahu Mahfud, pengumuman cawapres Jokowi dilakukan pukul 16.00 WIB hari itu di Restauran Plataran Menteng, Jakarta Pusat.

“Pak Mahfud nanti datang ke sana sambil menunggu. Nanti duduk, apa namanya… di ruang seberang. Begitu akan deklarasi nanti ya tampil tinggal menyeberang,” kata Mahfud menirukan perkataan Teten.

*Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 14.30

Mahfud sudah berada di suatu restauran, tidak jauh dari tempat Jokowi berkumpul bersama tim di Reataurant Plataran, menteng, Jakarta Pusat. Mahfud makan sambil menunggu instruksi lanjut.

* Kamis, 9 Agustus 2018 beberapa menit menjelang pukul 16.00

Pratikno menelepon Mahfud, mengatakan: “Pak ini ada perubahan, silakan pulang dulu,” kata Mahfud menirukan ucapan Pratikno. Mahfud langsung meninggalkan restoran.

* Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 16.00

Jokowi mengumumkan, bahwa Cawapres-nya KH Ma’ruf Amin.

* Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 16.05

Mahfud dikejar-kejar wartawan hendak minta komentar. Tapi Mahfud sudah pulang. (*)

BAGIKAN