Foto: Reuters

@Rayapos | Jakarta – Warga dunia terus membicarakan pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Kamal Khashoggi. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, pembunuhan itu sadis.

Karena begitu sadisnya, sampai-sampai Cavusoglu mengatakan, itu menjijikkan.

Pernyataan Menlu itu berdasarkan rekaman pembunuhan Khashoggi yang kini dipegang aparat pemerintah Turki.

Kepada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung via London Evening Standard pada Selasa (27/11/2018), Cavusoglu menyebut, rekaman pembunuhan Jamal Khashoggi itu menjijikkan.

“Saya sudah mendengarkannya. Khashoggi dibunuh dalam waktu tujuh menit. Jelas itu sebuah pembunuhan berencana,” ucap Cavusoglu.

Dia mengatakan terdapat rekaman di mana ada seorang dokter forensik yang menyuruh pelaku lain untuk mendengarkan musik.

Musik itu diputar ketika dokter forensik tersebut mulai memotong jenazah Khashoggi.

“Dia sepertinya menikmatinya. Sangat menjijikkan,” ujar Cavusoglu.

Jika merujuk kepada laporan yang berkembang pertengahan Oktober, diduga dokter forensik itu bernama Salah al-Tubaigy.

Pada pertengahan Oktober lalu Middle East Eye melaporkan, menurut pejabat anonim Turki rekaman yang diperoleh menunjukkan bahwa Khashoggi dimutilasi oleh 15 orang pelaku.

Rekaman itu memperdengarkan Khashoggi diseret ke sebuah ruangan di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

“Tidak ada upaya untuk menginterogasi Khashoggi. Mereka datang untuk membunuhnya,” kata pejabat anonim Turki saat itu.

Khashoggi sempat berteriak sehingga staf konsulat bisa mendengarnya. Seorang pelaku menyuntikkan cairan misterius untuk menghentikan teriakannya.

Pelaku lain yang diidentifikasi merupakan dokter bedah bernama Salah al-Tubaigy kemudian memulai proses mutilasi tubuh Khashoggi.

Sambil memotong tubuh Khashoggi menggunakan gergaji tulang, pejabat Turki menerangkan Tubaigy mengenakan earphone, dan memutar musik. Dia memberi tahu 14 pelaku lain untuk melakukan hal sama.

“Ketika saya bekerja, saya selalu mendengarkan musik. Sebaiknya kalian juga,” ujar Tubaigy.

Proses memutilasi tubuh Khashoggi memakan waktu tujuh menit. Adapun tiga menit dalam rekaman dikabarkan telah diserahkan ke media Turki Daily Sabah.

Baca Juga:

KPK Tangkap 6 Orang Penegak Hukum di Pengadilan Jakarta Selatan

PPP: Bukan Karena Ahok, Lulung Dipecat

Liga Champions: Tekuk Valencia, Juventus ke 16 Besar

Jasadnya Dilenyapkan

Khashoggi, kolumnis The Washington Post, tewas dicekik dan jenazahnya dimutilasi oleh tim beranggotakan 15 orang pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul.

Jenazah Khashoggi tidak ditemukan meskipun otoritas penegak hukum mencari di konsulat, kediaman Konsul Jenderal Saudi, hingga hutan di Istanbul.

Sumber dari penyelidik Turki menerangkan, ada kemungkinan jenazah jurnalis berusia 59 tahun itu dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Pemberitaan di Turki mengemukakan penyelidik menemukan adanya jejak cairan asam beserta bahan kimia lain di saluran air konsulat dan kediaman konsul jenderal.

Setelah menyangkal, Riyadh akhirnya mengaku Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi, serta menegaskan MBS tak terlibat dalam kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan seorang pembelot Saudi, Khashoggi dikenal sebagai pengkritik pemerintah, dan pernah membandingkan MBS dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah pembunuhan datang dari otoritas tertinggi, namun bersikeras Raja Salman tak terlibat. (*)

BAGIKAN