Nugroho Eko Saputro (FOTO: Ist)

@Rayapos | Makassar – Nugroho Eko Saputro (18) menusuk perut gadis berinisial NR (17) dengan pisau dapur. Tak hanya itu, Nugroho bahkan menyeret badan NR dan membenturkan kepalanya di kloset.

NR diketahui adalah pacar Nugroho. Ia tega menyiksa kekasihnya karena saat diajak berhubungan intim, NR menolak. Keduanya pertama kali bertemu lewat media sosial.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi, Nugroho naik pitam saat ajakan bersetubuh yang ketiga ditolak mentah-mentah.

Diketahui, remaja putus sekolah itu telah dua kali melalukan hubungan badan layaknya suami istri. Dua kali nafsu bejat Nugroho disanggupi oleh NR. Namun pada permintaan ketiga, NR menolak lantaran takut hamil.

Baca juga:

Gadis Ini Dicambuk Karena Ketahuan Mesum, Disaksikan Wali Kota

Studi: Berhubungan Seks Bisa Bikin Kurus

“Tersangka ini mengajak untuk berhubungan badan. Namun korban menolak karena yakin tersangka tidak mau bertanggungjawab untuk menikahinya,” ungkap Dicky dikutip dari Jawapos, Kamis (1/11/2018).

Nugroho Eko Saputro (kursi roda)
Nugroho Eko Saputro (kursi roda)

“Tersangka marah dan mengambil pisau di dapur kemudian menusuk korban pada bagian perutnya sebanyak satu kali. Setelah itu korban diseret ke kamar mandi dan dibenturkan kepalanya ke kloset sampai mengalami pendarahan,” tambahnya.

Tak puas menganiaya, tersangka bahkan nekat mengambil tiga unit handphone milik korban.

Kasus ini diketahui, saat pihak keluarga mendapati korban tersungkur bersimbah darah. Keluarga korban kemudian melaporkan kasus itu ke polisi.

Lalu tim gabungan Polda Sulsel dan Polres Gowa berhasil menangkap Nugroho. Dia diringkus di Jalan Daeng Tata, Makassar, Selasa sore (30/10/2018).

Untungnya nyawa NR masih bisa terselamatkan. “Korban mengalami pendarahan di kepala dan dirawat di Rumah Sakit Umum Gowa,” sebut Dicky.

NR saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum Gowa. Sedangkan tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Polres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.

Eko diketahui sebelumnya berstatus penjaga warnet di Kabupaten Jeneponto, sedangkan NR bekerja sebagai pegawai honorer di sebuah instansi di Gowa.