Pengorbanan seorang ibu (Foto : Ilustrasi)

@Rayapos | Jakarta – Hari ini adalah hari spesial bagi para ibu, karena tanggal 22 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ibu.

Hari Ibu diperingati untuk menghormati jasa serta pengorbanan sang ibu bagi anak dan keluarganya.

Banyak orang yang memaknai Hari Ibu sebagai momen yang pas untuk mengungkapkan terimakasih dan penghormatan bagi sang ibu tercinta atas setiap pengorbanan, jasa dan kasihnya yang tak terukur.

Peringatan Hari Ibu itu sangat universal dan dilakukan diseluruh muka bumi. Namun, peringatan Hari Ibu itu tak semuanya jatuh pada tanggal 22 Desember.

Baca juga : Presiden Jokowi Hadiri Peringatan Hari Ibu di Raja Ampat

Peringatan Hari Ibu pertama kali digelar di Amerika Serikat lebih dari seabad lalu, tepatnya pada tahun 1908.

Saat itu, ada seorang perempuan bernama Anna Jarvis mengadakan peringatan atas kematian ibunya.

Dalam perjalanannya, tradisi memperingati hari ibu terus berlanjut bahkan pada tahun 1914, Presiden Amerika Serikat kala itu yakni Woodrow Wilson menandatangani deklarasi penetapan Hari Ibu dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Tradisi ini terus berlanjut dan diikuti oleh banyak negara di dunia lainnya.

Amerika dan 75 negara lainnya di dunia ini merayakan Hari Ibu pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Baca juga : Waduh, Perempuan Ini Lahirkan Anak yang Ke-20

Namun peringatan Hari ibu tidak dirayakan pada tanggal yang sama.

Jika Amerika dan 75 negara lainnya termasuk Jepang memperingati Hari Ibu pada pekan kedua setiap bulan Mei, maka dibeberapa negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Kuwait diperingati setiap 21 Maret.

Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember, bermula saat Presiden Soekarno meresmikannya dalam acara ulang tahun ke 25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Seperti diketahui, Kongres Perempuan merupakan buah dari semangat perjuangan yang muncul setelah peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Akhirnya, pada 22 Desember 1928, diselenggarakanlah Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta.

Baca juga : Sang Nenek Jadi Inspirator, Anies Ingatkan Perempuan Zaman Now

Dalam kongres itu, perempuan-perempuan pejuang yang datang dari 30 organisasi perempuan di 12 kota Jawa dan Sumatera berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan.

Dari situlah, kaum perempuan sepakat untuk memperjuangkan cita-cita mereka dan membuat sebuah organisasi bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Pada tahun 1929, organisasi itu berubah nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII).

Terlepas dari perbedaan latar belakang tentang peringatan Hari Ibu di setiap negara, namun yang pasti, setiap ibu di dunia berhak mendapatkan perlakuan istimewa dan penghormatan yang tinggi atas pengorbanan, jasa dan kasihnya yang tak berbatas kepada anak-anaknya. Jika hanya memperingati saja, rasanya belum cukup…

Selamat Hari Ibu.

BAGIKAN