Mesin pembuat uang palsu hanya dapat mencetak uang lama

@Rayapos.com | Jakarta: Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, mesin canggih pencetak uang palsu belum bisa membuat uang baru.

“Faktanya dia belum bisa membuat yang baru, ini masih yang lama. Tentunya itu ada kendala dia sendiri untuk dibuat,” ujar Agung di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Agung mengatakan, peredaran uang lama tersebut memang belum terlalu banyak, lantaran segera dihentikan. Namun baru sekitar 400 lembar yang sudah dibakar.

“Objektifnya saja para pelaku ini bahwa mereka memproduksi, mengedarkan, kita potong, kita hentikan, kita coba liat kalau pertanyaan tadi ke belakangnya seperti apa ya, dari fakta bukti digital kita bisa liat bahwa produksi yang dia bikin belum terlalu banyak,” terangnya.

Baca juga : Polisi bongkar jaringan pembuat uang palsu di Pulau Jawa

Seperti diketahui, para tersangka telah memproduksi uang palsu tersebut sejak tahun 2008. Namun uang palsu hanya diproduksi jika ada pesanan.

“2008 dia mulai buat kejahatan, ya 2008 belum tentu dia buat setiap hari. Dia kan berdasarkan pesanan, tapi belum tentu juga berhasil buat bagus,” ungkap Agung.

Dari pengungangkapan kasus tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 313 lembar uang palsu pecahan 100 ribu rupiah, 2 unit mobil, 4 sepeda motor dan perangkat pembuatan uang palsu.

Sementara itu, tersangka dikenakan pasal 36 ayat 1,2,3 dan pasal 37 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan pasal 3 atau pasal 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

BAGIKAN