Ustaz Solmed dan istri (RAYAPOS/AK)

@Rayapos | Jakarta – Ustaz Solmed dan istrinya, April Jasmine masih merasakan kesedihan. Sebab pasangan ini harus berpisah dengan putra pertama mereka, Sultan, yang disekolahkan di pesantren.

Bagi Ustaz Solmed dan April, mereka lebih memilih bersedih di awal daripada menyesal nantinya ketika anak mereka tidak tahu agama.

“Saya sama April sepakat taruh dia di pesantren,” kata Ustaz Solmed saat ditemui di kawasan, Tendean, Kamis (9/8/2018).

“Mending sedih hari ini ditinggal anak belajar agama daripada nanti udah besar ga kenal agama, gak kenal gimana berbudi pekerti dan hormat pada orang tua. Ini hanya sementara untuk kebahagiaannya dia,” sambungnya.

April menceritakan, sebenarnya ia telah memiliki keinginan untuk menyekolahkan Sultan di pesantren ketika usianya baru 3-4 tahun.

“Sebenarnya dari usia 3 atau 4 tahun gitu. Kita coba cari pesantren yang pulang pergi tapi ternyata ga ada, akhirnya ke pending,” terang April.

“Setelah usia 4 tahun dia kita masukkan sekolah Hafidz Qur’an. Raportnya sudah 80% sih malah bisa hafal 1 Qur’an, lalu ayahnya bilang umur 5 tahun kita pesantrenin aja deh,” sambung April.

Namun, sebagai orang tua Ustaz Solmed mengatakan dirinya harus berusaha menghibur diri, kendati dia sangat bersedih.

“Jadi terus berusaha menghibur diri dengan dia di pesantren. Ya kalau saya datang ke rumah dan dia ga ada, ya berarti dia lagi sekolah. Tapi kenyataan tidak bisa dibohongi, setiap malam sampai sekarang ga ada dia ya saya nangis,” akunya.

Dihari sebelum Sultan masuk pesantren, Ustaz Solmed juga meminta doa untuk diturunkan hujan. Demi memantapkan hatinya untuk memberangkatkan Sultan menimba ilmu agama.

“Saya berdoa kalau memang dia harus masuk pesantren coba turunin hujan malam ini, eh beneran hujan,” pungkasnya.

BAGIKAN