Kolase Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Mantan pebalap Mick Doohan menyanjung Marc Marquez yang telah memenangkan gelar juara ketujuh sepanjang karirnya di dunia balap motor. Menurut dia, The Baby Allien layak disandingkan dengan para leganda lain MotoGP.

Sebagaimana dilansir laman Speedweek, Jumat (9/11/2018), juara dunia lima kali kelas 500cc ini pun tak ragu menyatakan bahwa pembalap seperti Marquez bisa sukses di semua pabrikan yang bertarung di ajang MotoGP.

“Ya, semua orang selalu membandingkan gelar kelima (MotoGP) dengan saya. Kami berdua sama-sama sudah memenangkan lima gelar di bawah Repsol Honda. Ada banyak kesamaan kami,” ungkap Doohan saat menyaksikan MotoGP di Australia.

Disinggung mengenai kesamaan dengan Marquez, Doohan mengatakan bahwa selama membela Honda dirinya merasa luar biasa. Pabrikan asal Jepang ini, kata dia, memang layak menjadi jawara karena Honda menyiapkan tunggangan yang diinginkan pebalap.

“Bekerja untuk Honda bagi saya luar biasa. Honda menawarkan saya platform yang memungkinkan saya untuk menang. Saya bisa menguji, meningkatkan, dan membangun sepeda motor seperti yang saya inginkan,” tuturnya.

“Jika mereka memaksa saya untuk berganti warna motor, mungkin itu saatnya saya beralih pabrikan. Tidak semua orang suka itu. Begitulah saya dan saya pikir kami berhasil mengaturnya.”

Baca Juga:

Yamaha Kian Kompetitif, Vinales Optimis Tatap Musim Depan

China Open 2018: Tontowi/Liliyana Gagal Lolos ke Semifinal

Piala AFF 2018: Bima Sakti Pompa Motivasi Penggawa Timnas

Pada kesempatan yang sama, Doohan juga mengaku sangat mengagumi gaya balap Marquez. Ia menilai gaya balap rider Repsol Honda ini sangat mengesankan. Dimasa depan, ia yakin The Baby Allien akan tetap bisa bersaing merebut titel juara MotoGP.

“Gaya balapnya mengesankan, tak perlu diragukan, membuat semua orang tertarik menontonnya, demikian juga saya. Saya selalu ingin menonton balapan, juga babak kualifikasinya,” tandasnya.

“Tahun ini MotoGP menjalani musim hebat dengan begitu banyak pembalapana berjuang keras meraih kemenangan. Itulah alasan mengapa Anda ingin menonton MotoGP. Terkadang Anda harus menunggu sampai tikungan terakhir.”