FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Kegiatan penertiban parkir liar akhir-akhir ini makin asal asalan. Sebab target operasi razia parkir liar kini masuk sampai ke dalam pemukiman warga.

Hal ini disampaikan Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim yang geram dengan penderekan mobil di kediamannya, Ujung Menteng RT 10 RW 01 Jakarta Timur oleh Dinas Perhubungan Jakarta Timur pagi ini.

Padahal kata dia, mobil dengan plat nomor B 1384 URX adalah mobil milik tamu yang datang ke rumahnya.

Baca juga:

Pengeroyokan terhadap Anggota TNI, Akibat Tersenggol Motor

Kemenpora Akan Berlakukan Hukum Olahraga di Indonesia

“Bukan mobil saya, itu mobil warga aja lagi bertamu ke rumah saya, namanya Saipul, rumah saya juga adanya didalam perkampungan,” kata Lutfi kepada Rayapos Kamis (13/12/2018).

Lanjut dia berpendapat, wilayah tersebut bukanlah wilayah operasi razia parkir liar, sebab di lokasi tersebut juga ada Mushallah yang sering digunakan oleh pengguna jalan untuk melakukan ibadah sholat atau sekedar istirahat.

“Setiap hari ada saja satu atau dua mobil dan motor yang terparkir disitu untuk ibadah, itu bukan wilayah operasi, sebab ini perkampungan warga, rumah saya ada di dalam kampung bukan di komplek. kami sudah konfirmasi itu mobil milik tamu namun tetap saja diderek,” ucapnya.

Kendati geram dengan kejadian tersebut, Lutfi mengaku tidak ada perlawanan dari para loyalisnya meskipun mobil tersebut telah diderek mobil Dishub dengan plat nomor B 9037 PLA.

Ia menambahkan, pihaknya bakal taat aturan atas penderekan hari ini. Namun dia meminta kepada Pihak Dinas Perhuhungan Provinsi DKI Jakarta untuk lebih giat melakukan operasi parkir liar di wilayah strategis yang menggangu lalu lintas dan ketertiban umum.

“Biar tau aja kepala dinasnya si Sigit, atur anak buahnya yang bener, di tempat yang mengganggu lalu lintas, bukan masuk ke dalam pemukiman,” tutupnya.

BAGIKAN