@Rayapos | Jakarta – Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada babak perempat-final Piala FA menimbulkan perdebatan. Setidaknya ada dua keputusan kontroversial dari penerapan terbaru dalam dunia persepakbolaan dunia itu.

Pertama, kontroversi terjadi saat Swansea City kalah 3-2 dari Manchester City. VAR tidak dipasang di Liberty Stadium yang menjadi venue pertandingan. The Citizen pun seolah diuntungkan dengan keputusan wasit.

Kondisi berbeda justru terjadi di Molineux Stadium. VAR membantu wasit saat menghukum Victor Lindelof dengan kartu merah, namun kemudian sang pengadil lapangan itu merevisinya menjadi kartu kuning.

Menanggapi kontroversi tersebut, eks manajer Manchester United dan Everton, David Moyes menyamakan VAR dengan Brexit (keputusan Britania Raya keluar dari Uni Eropa). Menurutnya, keduanya sama-sama buruk.

“Saya tidak merasa semua orang di Britania Raya sepenuhnya yakin dengan VAR. Saya pikir kita terlalu lama untuk mengambil keputusan, saya tidak merasa kita cukup yakin ketika ada hal-hal kontroversial terjadi,” jelas Moyes kepada BeIN Sports.

“Saya pikir ini harusnya cukup mudah ketika Anda melihat ada kesalahan, ini mudah untuk mengatakan ‘mari hadirkan VAR dan buat keputusan’. Namun saya kira kita justru melihat banyak keputusan VAR yang kita tidak percaya itu benar.”

“Itu hampir sama buruknya seperti Brexit untuk saat ini,” tukasnya.