MUI Minta Pemerintah Terapkan Hukuman Mati Untuk Kejahatan Seksual

@Rayapos | Blitar: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mendesak pemerintah untuk menerapkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan seksual.

Desakan ini menyusul tingginya angka kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak terutama di Blitar, Jawa Timur.

“Dalam Islam hukuman mati diakui sebagai upaya menegakkan keadilan. Dan itu (hukuman mati) tidak melanggar HAM” kata Jamil Mashadi selaku Humas MUI Kabupaten Blitar, Minggu (22/5).

Saat ini, data Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) mencatat sebanyak 35 anak di Kabupaten Blitar telah menjadi korban kekerasan seksual. Tidak sedikit pelaku merupakan orang yang dikenal korban. Bahkan beberapa di antaranya tercatat sebagai kerabat.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) Blitar, Titim Fatmawati yang berharap Presiden Joko Widodo segera mengesahkan RUU Kesetraaan Gender dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Sebab, sesuai data Komnas Perempuan, jumlah kasus kekerasan yang terjadi selama 2015 mencapai 1.657 kasus.

“Harus segera ada efek jera. Selain itu pemerintah daerah juga harus memikirkan bagaimana memulihkan psikis dan sosial para korban kekerasan seksual,” pungkas Titim. [Arfa Gandhi]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY