Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur) orang pertama yang diborgol KPK. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Tahanan KPK mulai 2019 ini diborgol. Sesuai dengan rencana KPK yang dicetuskan tahun lalu.

Tahanan pertama yang diborgol KPK adalah Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur). Dia dibawa menjalani pemeriksaan pada Rabu (2/1/2019) dengan tangan diborgol.

Selama ini koruptor tahanan KPK tidak diborgol. Sehingga, meskipun dia sudah ditangkap KPK dengan tuduhan korupsi, tapi rata-rata mereka tidak ada ekspresi malu. Pencuri yang tidak malu.

Buktinya, banyak di antara mereka ketika ditahan KPK dan berhadapan dengan wartawan, mereka melambaikan tangan sambil tersenyum. Menirukan gaya Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

Sebagian mereka malah mengatakan, mereka dizolimi KPK. Difitnah, dijebak, dan nanti Allah yang akan membuka semuanya.

Ternyata, ucapan koruptor sejenis itu hanya berkilah, seperti halnya maling yang tidak pernah mengaku sebagai maling. Buktinya, tangkapan KPK tidak ada yang meleset. Semuanya terbukti korupsi.

Cecep, orang pertama yang diborgol, merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar. Hari ini, Cecep diperiksa sebagai saksi untuk Irvan.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (12/12) lalu. KPK kemudian menetapkan 4 orang sebagai tersangka dugaan pemerasan.

Para tersangka ialah Irvan selaku bupati, Cecep Sobandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin selaku Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

Dan, Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan. Jadi, dugaan pemerasan keroyokan oleh Irvan bersaudara.

Keempatnya kini telah ditahan KPK.

Irvan diduga memeras kepala SMP di Cianjur terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan senilai Rp 46,8 miliar.

Dana itu kemudian dipotong sebesar 14,5 persen oleh Irvan dan sejumlah pihak lain. Sementara itu, jatah untuk Irvan secara pribadi adalah 7 persen dari total DAK atau sekitar Rp 3,2 miliar. (*)

BAGIKAN