Kolase: Rayapos / DWO

@Rayapos | Jakarta – Rivalitas Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih ada. Buktinya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan: “Netizen orangnya Ahok marah pada aturan ganjil – genap.”

Itu karena memang muncul pro-kontra perluasan wilayah ganjil-genap nomor kendaraan bermotor. Tujuannya, untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalan raya. Agar saat Asian Games, dua pekan mendatang, lalu lintas tidak macet.

Di sosial media, netizen berkomentar aneka ragam. Ada yang netral, banyak yang keberatan. Mereka yang keberatan, menyatakan, ganjil-genap hanya memindahkan kemacetan dari jalan arteri ke jalan alternatif.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menilai, ganjil genap justru sukses menurunkan waktu tempuh kendaraan.

Taufik menyebut, warganet yang protes bukanlah pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno (dalam Pilkada DKI 2017 lalu).

Taufik mengatakan: “Netizen marah ganjil genap karena Pak Anies-nya gubernur, yang marah netizennya Ahok saja. Kalau netizen Pak Anies, mah enggak,” kata Taufik kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Kamis (2/8/2018).

Menurut dia, seharusnya, masyarakat lebih percaya data dari Polda Metro Jaya yang menyebut ganjil genap cukup efektif mengurai macet. “Polda Metro Jaya sudah ngomong berkurang 15 persen, percaya data Polda,” ujar Taufik.

Baca Juga:

Ditahan Polisi, Turis Inggris Penampar Ardyansyah

Airlangga: Pelaku Industri Siap Dukung Jokowi Dua Periode

Alasan Keluarga, Anang Hermansyah Tinggalkan Kursi Empuk DPR

Perhatikan Wilayah Ganjil-Genap, Juga Alternatifnya

Di lapangan, sangat banyak pengguna kendaraan bermotor pribadi kena tilang. Karena, melanggar aturan ganjil-genap. Dendanya maksimal Rp 500 ribu. Tentu, tidak ada orang senang didenda. Sehingga mereka menggerutu, bahkan protes.

Misalnya, di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (2/8/2018) pagi. Pada pukul 09.00 sangat banyak mobil yang kena tilang.

Baru lima menit mengamati para pengguna jalan, petugas langsung memberhentikan pengemudi mobil yang memakai plat nomor kendaraan tidak sesuai. Hari ini adalah tanggal genap, maka pelat nomor yang bisa digunakan adalah yang bernomor polisi genap.

Mayoritas para pengendara mobil beralasan tidak mengetahui jika penerapan aturan ganjil genap sudah diberlakukan.

“Saya baru lewat jadi saya nggak tahu. Jarang lewat sini, ini baru kali ini mau arah ke Casablanca,” kata pengendara mobil itu.

Ada pengendara yang sudah mengetahui aturan itu namun, pengendara itu tetap nekat melintasi ruas jalan tersebut. Polisi tetap menilang para pelanggar meskipun para pelanggar memberikan banyak alasan.

“Saya sudah tahu sih Pak aturan ganjil-genap cuma ya untung-untungan Pak he-he. Untung-untungan kalau nggak ketangkap ya berarti untung,” imbuh pelanggar lainnya.

Polisi tetap melakukan tindakan tegas dengan cara menilang. Sambil menilang, polisi terlihat memberikan sosialisasi kepada para pengendara yang melanggar aturan ganjil-genap itu.

Simak videonya:

Lokasi perluasan sistem ganjil-genap meliputi:

1. Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan MT Haryono-Jalan DI Panjaitan-Jalan Ahmad Yani-Simpang Coca Cola/Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.
2. Arteri Pondok Indah, mulai Simpang Kartini sampai Simpang Kebayoran Baru.
3. Jalan HR Rasuna Said.
4. Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.

Di sisi lain, rute alternatif tetap diberikan agar warga Ibu Kota tetap bisa beraktivitas. Berikut jalur alternatifnya:

1. Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman, dan seterusnya.
2. Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-Jalan Casablanca-Jalan KH Mas Mansyur, dan seterusnya.
3. Jalan RE Martadinata-Jalan Danau Sunter Barat-Jalan HBR Motik-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
4. Jalan Kwitang-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
5. Jalan RA Kartini-Jalan Ciputat Raya.
6. Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika (arah utara) atau Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-Jalan Raya Kalibata-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Casablanca, dan seterusnya (arah barat). (*)