Basuki Thaja Purnama dan Ahmad Dhani

@Rayapos | Surabaya – Ahmad Dhani Prasetyo menyayangkan keputusan polisi yang terlalu cepat menjadikannya tersangka. Dia mengungkit Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengikuti gelar perkara khusus terlebih dahulu.

Dhani mendatangi Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kamis (25/10), tepat pukul 13.00 WIB bersama kuasa hukumnya Aldwin Rahardian Megantara. Dhani datang mengenakan kaus bertuliskan American Idiot, sebuah nama album grup band Green Day.

Ini merupakan yang pertama Dhani memenuhi panggilan polisi. Dia mangkir dalam panggilan sebelumnya.

Baca juga:

Beginilah Proses Penangkapan Pembawa Bendera HTI di Garut

Bawaslu Hentikan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Ini Alasannya

“Sudah ini (proses hukumnya) cukup baik, tapi karena itu tadi terlalu cepat mempersangkakan, tidak memberikan kesempatan kita untuk minimal gelar perkara khusus. Kayak kemarin Ahok kan ada tuh gelar perkara khusus,” papar Dhani sesaat sebelum memasuki ruangan penyidikan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Dhani membandingkan dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka meski baru sekali menjalani pemeriksaan. Polda Jawa Timur mengumumkan penetapan tersangka atas Dhani ini dilakukan setelah polisi memeriksa lewat ahli bahasa dan saksi-saksi.

Dhani heran karena proses penetapan tersangkanya lebih cepat dibanding Ahok.

Bagi Dhani, proses ditetapkannya Ahok sebagai tersangka sangat lama. Dia pun bertanya-tanya mengapa prosesnya cenderung lebih cepat.

“Ini kalau dibandingkan dengan Ahok, Ahok itu kan lama banget untuk menjadi tersangka. Kok saya cepat banget jadi tersangka?” kata Dhani.

“Jadi kan masyarakat supaya tidak berandai-andai ke polisi, sama Ahmad Dhani cepat sama Ahok kok lama sekali sampai harus di demo jutaan orang baru bisa jadi tersangka,” imbuh pentolan grup band Dewa 19 ini.

Dhani selesai diperiksa pukul 18.00 WIB. Diperiksa selama 5,5 jam, dia mengaku mendapat 50 pertanyaan dari penyidik Polda Jatim.

Dalam pemeriksaan kali ini, Dhani membawa beberapa saksi ahli. Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, mengatakan beberapa saksi ahli dibawa untuk membandingkan keterangan dari pihak kepolisian dan para ahli.

“Kami sebagai kuasa hukum akan memohon kepada polisi agar diberi kesempatan menyodorkan ahli. Berkaitan dengan pasal 27 ayat 3 yang dituduhkan yakni terdiri dari ahli pidana, ITE dan komunikasi,” kata Aldwin Rahardian di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (25/10).

Aldwin mengatakan Dhani tak akan mengajukan proses praperadilan. Ia hanya meminta kepolisian mengizinkan pihaknya menyodorkan saksi ahli sebagai bahan pertimbangan kasus ini akan berlanjut ke ranah pidana atau tidak.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyayangkan pihak Dhani yang baru membawa saksi ahli. Sebab kasus ini proses hukumnya telah memasuki tahap penyidikan.

“Kami sudah menyatakan bahwa saat ini masuk tahap penyidikan, kenapa nggak dimasukkan waktu awal kasus ini saat yang bersangkutan masih menjadi saksi,” kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (25/10).