Dewan Pakar Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi. Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Perang opini jelang Pilpres 2019 sudah sangat kasar. Cenderung kekanak-kanakan. Habib Bahar bin Smith dalam ceramah divideokan, menghina Presiden Jokowi.

Ucapan Habib Bahar di ceramah, antara lain, menyebutkan: “Jokowi kayak banci” juga “Jokowi haid”, dan dengan jelas menuduh Jokowi PKI.

Anehnya, ceramah itu didukung suara sorakan umat Islam pendengarnya. Tidak ubahnya hasutan agar orang benci pada Presiden Jokowi.

Menanggapi itu, Dewan Pakar Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi, saat dihubungi wartawan, Kamis (29/11/2018) mengatakan:

“Saya pikir, penceramah ini sebaiknya diproses hukum. Karena, ia telah menghina kepala negara. Hate speech. Juga merusak nama baik para penceramah Islam.”

Taufiq menyatakan kekhawatirannya, jika penceramah tidak memiliki wawasan dan menguasai ilmu agama, akhirnya akan masuk bidang politik yang tidak mereka pahami.

Jika tidak memahami, penceramah dinilai akan berpikir politik itu sama dengan mencaci maki dan menghina. Ini sangat berbahaya.

“Saya rasa penceramah itu membuat malu penceramah lain yang baik-baik,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Taufiq juga meminta publik rasional. Bila pada akhirnya Habib Smith diproses hukum, ia meminta tidak ada anggapan aparat penegak hukum sedang mempersekusi ulama.

Menurut Taufiq, masalah ini tidak berhubungan sama sekali dengan penceramah dan ulama. Tidak ada hubungannya dengan agama Islam.

“Ini masalah penghinaan dan menyebar kebencian. Orang seperti Habib Bahar ini bukan penceramah, apalagi ulama,” tegasnya.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dipolisikan Jokowi Mania dan Cyber Indonesia gara-gara ceramah kontroversial menyebut ‘Jokowi kayaknya banci’. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut.

Menanggapi itu, Kabiro Penmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan menyatakan:

“Laporan polisi sudah diterima dan akan ditangani oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri,” ujarnya.

Baca Juga:

VIDEO: Ceramah Habib Bahar yang Hina Jokowi PKI dan Kerempeng

Tujuh Detik Bobol Kunci, Sehari Curi Delapan Motor

Tak Mau Pusing, M. Taufik Fokus Menangkan Prabowo-Sandi di Jakarta

Apa tanggapan PDIP?

“Nggak apa-apa, saya rasa rakyat akan menilai lah ya,” kata politikus PDIP, Maruarar Sirait di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Menurut pria yang akrab disapa Ara itu, Presiden Joko Widodo telah menunjukkan kerja nyata selama memimpin RI.

Ia mencontohkan divestasi PT Freeport Indonesia dan penguasaan Blok Rokan.

“Saya rasa dia bisa melakukan langkah-langkah nyata untuk menghadapi Freeport, bagaimana Blok Rokan di Riau ya, bagaimana kepentingan nasional diutamakan. Saya rasa itu semua sudah terjawab dengan bukti dan nyata,” ujarnya.

Ara juga menyebutkan kesuksesan Jokowi meniti karier di politik. Jokowi, sebut dia, sukses sejak menjadi wali kota, gubernur, hingga sekarang menjadi presiden.

“Nggak mungkin lah orang masuk politik, jadi wali kota berhasil, jadi gubernur berhasil, jadi capres berhasil kalau tidak bekerja dengan baik, tidak bersih, dan tidak punya nyali,” tegas Ara.

Habib Bahar bin Smith dipolisikan oleh JokowiMania dan Cyber Indonesia gara-gara ceramah kontroversial menyebut ‘Jokowi kayaknya banci’. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut. (*)

Simak videonya:

BAGIKAN