Rekonstruksi pembunuhan Bekasi. Leher dipasak linggis. Foto: JPNN

@Rayapos | Bekasi – Bayangkan, manusia telentang di lantai, lehernya dipasak linggis hingga tewas. Itulah rekonstruksi pembunuhan sekeluarga Daperum Nainggolan (38) di Bekasi, Jabar, Rabu (21/11/2018).

Saking ngerinya, polisi mengganti alat bantu pembunuhan dalam pelaksanaan rekosntruksi. Linggis diganti kayu hitam atau tongkat.

Perhatikanlah, posisi tersangka pembunuh berdiri memegang linggis. Sedangkan, korban terlentang di lantai. Leher korban dipasak dengan ujung tajam linggis. Mengerikan…

Memang, linggis alat bunuh sudah dibuang tersangka Haris ke Kalimalang. Dan, polisi sudah dua hari mencari barang bukti itu tidak ketemu.

Tapi, dalam rekosntruksi, linggis alat bunuh, tidak diganti dengan linggis lain. Melainkan diganti kayu.

Bayangkan, dalam rekonstruksi seandainya tersangka Haris tetap menggunakan linggis, maka tidak bakal ada yang berani jadi model korban, yang telentang di lantai menyodorkan lehernya berada di bawah linggis.

Jangankan tersangka menumbukkan linggis ke leher model. Cukup, linggis di lepaskan saja sudah membuat leher model hancur, dihujam ujung tajam linggis.

Rekosntruksi dilaksanakan di rumah korban. Di Jalan Bojong Nangka, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (21/11/2018).

Baca Juga:

Pembunuh Gadis Dalam Lemari, Hantam Kepala dengan Palu

Prabowo Prediksi Air Laut Jakarta Bakal Sampai Bundaran HI Pada 2025

Gisel dan Gading Marten Cerai, Apa Penyebabnya?

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto, kepada wartawan, Rabu (21/11/2018) mengatakan:

“Linggis tadi saat rekonstruksi kami ganti dengan tongkat hitam karena linggis yang dibuang pelaku tidak ketemu.”

Indarto mengatakan, meskipun linggis diganti dengan tongkat hitam, tidak mengurangi isi rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

“Kami sudah lakukan berita acara penyelidikan (BAP) soal pencarian linggis itu yang tidak berhasil ditemukan,” katanya.

Namun, kata Indarto, meskipun linggis tidak ditemukan masih bisa menggunakan hasil penyelidikan maupun barang bukti lainnya.

“Bisa dari pengakuan tersangka, keterangan saksi, dari hasil labfor soal luka yang diterima korban menunjukkan menggunakan linggis,” jelasnya.

Dilanjutkan: “Sama cara tersangka melakukan aksi pembunuhan dirasa cukup sesuai, semua juga dilakukan di rekonstruksi ini.”

Indarto mengatakan, ada sebanyak 37 adegan rekonstruksi pembunuhan satu keluarga yang dilakukan di rumah korban di Jalan Bojong Nangka, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

“Total dari 32 nomor ada 37 adegan rekonstruksi. Semua itu sesuai, termasuk soal luka versi labfor itu ada luka retak pada tengkorak kepala karena dia ditumbuk duluan pada bagian kepala,” tuturnya.

Dilanjutkan: “Sama luka pada bagian leher yang suami cukup dalam lukanya. Dalam… hampir lepas kepala, itu semua sejalan dengan adegan,” papar Indarto. (*)

BAGIKAN