Pendemo berpakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memegang gergaji tulang di luar Gedung Putih di Washington, DC, pekan lalu. Foto: AFP

@Rayapos | Kasus tewasnya wartawan Washington Post Jamal Khashoggi terus menggelinding. Warga dunia yakin, Khashoggi dibunuh pihak Kerajaan Saudi.

Bahkan, warga AS berdemo ke Gedung Putih di Washington DC. Mereka mendesak agar AS bertindak lebih jauh dalam kasus ini.

Di antara pendemo pada Selasa (23/10/2018) berdandan seperti Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) yang dikabarkan jadi dalang pembantaian Khashoggi.

Pendemo itu membawa replika gergaja tulang yang berdarah-darah. Itu sebagai gambaran, menurut persepsi pendemo, tubuh Khashoggi dipotong-potong dengan alat gergaji tulang, untuk mengilangkan jejak.

Meskipun sudah beredar kabar, bahwa potongan tubuh Khashoggi sudah dipotong-potong jadi 15 bagian, namun belum ada bukti untuk itu.

Politisi Turki. Dogu Perincek (Ketum Partai Rodina) menyatakan, potongan tubuh Khashoggi ditemukan di kebun.

Dilansir Daily Mirror Selasa (23/10/2018) Perincek berkata, potongan jenazah Khashoggi ditemukan dalam sebuah lubang.

Lubang tersebut terletak di kebun. Lokasinya di kediaman Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, yang berlokasi sekitar 500 meter dari gedung konsulat.

Sementara, dua sumber penyelidik Turki kepada Sky News menjelaskan, ketika ditemukan, potongan wajah Khashoggi sudah dalam keadaan rusak.

Laporan Mirror dan Sky itu bertolak belakang dengan pernyataan pejabat Saudi bahwa jenazah Khashoggi digulung dalam karpet, dan diserahkan kepada seseorang untuk dilenyapkan.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menuturkan, laporan penemuan potongan jenazah Khashoggi sangat mengganggu London.

“Lokasi penemuan jenazah Tuan Khashoggi merupakan satu dari sekian pertanyaan yang kami ajukan. Saat ini kami menunggu hasil penyelidikan Turki,” ujar juru bicara itu.

Baca Juga:

Polri Telah Selidiki Bendera yang Dibakar Banser, Begini Pernyataanya

Pistol Ditemukan di TKP, Juga Surat Tanda Cinta

Dua Pengeroyok Haringga Ogah Dipenjara, Begini Permintaan Alternatifnya

Khashoggi tewas ketika mendatangi gedung konsulat Saudi untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, pada 2 Oktober 2018.

Dia masuk ke gedung itu pukul 13.14 pada hari tersebut, dan tak pernah kembali lagi.

Awalnya Saudi bersikukuh Khashoggi telah keluar dari gedung. Bahkan, ada bukti rekaman CCTV orang yang berpakaian dan berpostur mirip Khashoggi meninggalkan gedung konsulat.

Namun pekan lalu, mereka Kerajaan Saudi mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam pertikaian di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul.

Sejumlah media Turki dan dunia memberitakan Khashoggi dibunuh oleh 15 orang. Jenazahnya dimutilasi menggunakan gergaji tulang. Lantas dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Tim 15 orang itu dikabarkan bergerak atas perintah penasihat MBS bidang komunikasi, Saud al-Qahtani. Bahkan. Qahtani memerintahkan pembunuhan melalui Skype.

Selasa (23/10/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Khashoggi merupakan korban dari pembunuhan berencana yang kejam.

Dia menjelaskan sebelum Khashoggi dibunuh, tiga warga negara Saudi tiba di Istanbul sehari sebelumnya dan bergerak untuk memetakan lokasi.

Erdogan meminta agar 18 orang yang diklaim telah ditangkap otoritas Saudi untuk dibawa ke Istanbul dan diadili di sana.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kemungkinan terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berkata, jajarannya bakal melakukan serangkaian kebijakan. Termasuk memberikan sanksi. (*)

BAGIKAN