Prabowo dan Jokowi

@Rayapos | Jakarta – Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto mengaku akan mengamankan kekayaan nasional bila terpilih. Karena ia menganggap kekayaan itu hanya dimiliki segelintir orang dan pihak asing.

“Kita harus mengamankan kekayaan nasional kita. Kita harus hentikan kebocoran yang tiap tahun mengalir ke luar, dan untuk itulah saya maju di 2019 yang akan datang,” ucap Prabowo.

Prabowo mengutarakan hal tersebut saat memberi sambutan dalam Rakernas Lembaga dakwah Islam Indonesia (LDII) di pondok pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis (10/11/2018).

Baca juga:

Pesawat F-35 Jatuh, Pentagon Kandangkan Seluruh Jet Tempurnya

Amien Rais Harus Minta Maaf ke Kapolri, Jika Tidak akan Dilaporkan Kapitra Ampera

Calon Presiden Nomor 01, Joko Widodo pun sempat berpidato di Rakernas LDII.

Dalam pidatonya, Jokowi menjelaskan bahwa ia tidak asing dengan organisasi LDII. Sebab, banyak keluarganya yang merupakan anggota LDII.

Jokowi juga menceritakan soal dirinya dan keluarga yang dituduh anggota PKI. Padahal menurut Jokowi hal tersebut tidak benar.

“Jangan sampai mendekati Pilpres kok fitnah, kabar bohong, hoaks menjadi seperti ini. Coba liat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Astagfirullah. Sudah empat tahun diulang-ulang tapi ada yang percaya,” kata Jokowi di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Rabu (10/10/2018).

Tak hanya itu, Ia juga menyoroti soal perkembangan teknologi ke arah negatif dalam pidatonya.

Jokowi menyebut perkembangan teknologi telah memicu banyak hoaks soal kedekatannya dengan DN Aidit yang merupakan pentolan PKI.

Jokowi meminta perkembangan teknologi disikapi dengan bijak.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memuji kader LDII yang ternyata punya skill mumpuni dalam bidang digital ekonomi. Karena kemampuan digital ekonomi yang baik ini, maka banyak kader LDII yang bekerja di perusahaan-perusahaan top di Indonesia.