rayapos.com - tukang kebun
ILustrasi.

@Rayapos.com | Setelah lulus D-3 Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya (1982) Novanto hijrah ke Jakarta. Dia melanjutkan kuliah ke Fakultas Ekonomi, jurusan akuntansi di Universitas Trisakti Jakarta.

Jika diamati ke belakang, sekolah Novanto semuanya top. Meski orangtuanya bercerai sejak dia SD.

Di Jakarta, Novanto pilih menumpang di rumah Hayono di Menteng, Jakarta Pusat. Tidak di rumah ibunya yang juga di Jakarta.

Novanto tetap bekerja di perusahaan milik Hayono, PT Aninda Cipta Perdana. Dia hanya meninggalkan kantor cabang PT Aninda di Surabaya, dan hijrah ke Jakarta.

Hebatnya, Novanto pandai mengambil hati orang. Meskipun dia staf PT Aninda, namun dia rela bekerja serabutan.

Karena menumpang di rumah Hayono, Novanto rajin menyapu rumah, mengepel, bahkan memotong rumput dan memangkas tanaman hias di rumah mewah itu. Novanto juga rajin mencuci mobil Hayono, sekaligus jadi sopir pribadinya.

Ibaratnya, Novanto mau jadi tukang kebunnya Hayono.

Padahal, Hayono teman SMA-nya. Juga, Novanto pernah sukses berdagang beras. Pernah mendirikan CV Mandar Teguh, distributor pangan. Serta sukses jadi salesman mobil Suzuki di Surabaya.

Mengapa Novanto begitu loyal pada Hayono? “Karena pak Hayono adalah Pembina politik saya,” kata Novanto, suatu hari kepada wartawan.

Ucapan Novanto tidak salah. Hayono (lima tahun kemudian) jadi anggota DPR RI dua periode 1987 – 1992 dan 1992 – 1993. Dia berhenti dari anggota DPR, karena dia diangkat Presiden Soeharto jadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Apakah Novanto terus ‘menempel’ jadi benalu Hayono? Ternyata tidak. (bersambung ke Bisnis Milik Mertua)

Comments

comments