NTT Dukung Penerapan Kepariwisataan Berbasis Pendidikan

rayapos.com - kawasan
Pariwisata NTT (Foto: Tourism NTT)

@Rayapos | Kupang: Pemerintah Nusa Tenggara Timur siap mendukung penerapan pengembangan kepariwisataan berbasiskan pendidikan dan kebudayaan sesuai hasil kesepakatan Kementerian Pendiduikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Pariwisata.

“Kita menyambut positif hasil apa yang sudah ditandatangi oleh Mendikbud dan Menpar dan kami di daerah siap mendukung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu, di Kupang, Selasa.

Dikatakannya hal tersebut menanggapi, hasil penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadir Effendy dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengembangkan kepariwisataan berbasis pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Menurut dia, upaya tersebut merupakan langkah majuh dari pemerintah yang bermanfaat bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata termasuk di Nusa Tenggara Timur yang juga merupakan daerah wisata unggulan di Indonesia.

Lulusan Doktor di Institute Pertaniani Bogor itu menilai, rencana Kemendikbud untuk merancang kegiatan di sekolah dimulai dari Senin-Jumat, agar hari Sabtu dan Minggu dapat digunakan sebagai hari keluaraga dan wisata, sebagai sebuah terobosan untuk memperkenalkan anak didik tentang pariwisata.

“Sejak dini anak-anak akan dikenalkan dengan pariwisata, artinya selama Senin-Jumat siswa belajar dengan teori dan konsep dan setelahnya bisa langsung membuktikan secara langsung dengan mengungjungi berbagai objek wisata,” katanya.

Dia mengatakan, perpaduan antara teori dan praktek empirik di lapangan akan menambah daya kreatifitas siswa sehingga para pelajar sudah mulai dirangsang untuk membangun inovasi-invovasi ugn mendukung pengembangan pariwisata.

Marius mencontohkan, peserta didik yang mempelajari tentang objek rekreasi, produk kerajinan tangan, dan budaya lokal akan mendapat kesempatan membuktikan sendiri kenyataan di lapangan dengan mengunjungi objek-objek wisata tersebut.

“Ketika mereka mempelajari tentang seni dan budaya di sekolah maka dia bisa saksikan di pusat sanggar seni dan budaya, festival-festival sehingga bisa mendapat pemahaman yang utuh,” katanya.

Upaya ini, lanjutnya, dalam jangka panjang akan berdampak pada kemajuhan pariwisata karena didukung dengan sumber daya lulusan-lulusan yang kreatif dan inovatif.

Selain itu pula, akan menumbuhkan kecintaan siswa dengan keankeragaman budaya yang seyogyanya nilai-nilainya harus tetap terpelihara.

Dia mengaku, pihaknya belum mengetahui seperti apa isi kesepakatana lintas kementerian tersebut dan masih menunggu petunjuk kurikulum tersebut dari kementerian.

“Kita memang belum tahu seperi apa kurikulumnya namun dari poin utamanya, kita sudah siap menerapkannya karena NTT erat kaitan dengan dunia kepariwisataan,” demikian Marius Ardu Jelamu. [ant]

Comments

comments