Uji coba MRT, Selasa (12/3/2019). Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Uji coba Mass Rapid Transit (MRT) pada hari ini Selasa (12/3) meriah. Warga penasaran dengan transportasi massal itu.

Mereka nampak antusias mencoba kereta dengan jarak tempuh 16 kilometer dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus.

Mereka yang sudah mendaftar uji coba ini satu persatu menunjukan tiket kepada petugas yang dipesan melalui online.

Ketika memasuki pintu masuk MRT Bundaran HI, pengujung dapat mengunakan tangga maupun eksalator.

Di dalam, pengujung dapat merasakan nuansa yang begitu berbeda. Tampilan dinding berwarna abu-abu memberikan kesan elegant.

Para petugas yang berjaga di lokasi, begitu ramah kepada para calon penumpang. Sesekali mereka mengucapkan selamat pagi dan selamat datang. Mereka melayani beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para penumpang.

Meski ada petugas yang selalu siap siaga melayani para penumpang, beberapa tanda atau petunjuk arah pun tersebebar di lokasi. Sehingga para calon penumpang dapat mengakses MRT secara mudah.

Sebelum kereta berjalan para penumpang disambut oleh beberapa petugas untuk mematuhi aturan ketika menaiki MRT. Misalnya, mereka harus berdiri di garis kuning, dan mendahulukan penumpang yang keluar.

Ketika memasuki MRT terasa perpaduan warna biru dan putih mendominasi MRT. Warna biru merupakan tempat duduk penumpang dan putih bagian dinding kereta.

Seperti pada transportasi umumnya MRT dilengkapi dengan pengaman bagi para penumpang yang berdiri.

Perjalanan dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus kurang dari 40 menit. Melintasi 13 stasiun pemberhentian.

Ivan (42) penumpang duduk memegangi anaknya sembari mendengarkan informasi suara dari petugas ketika MRT Berhenti.

Ia mengaku kagum dengan fasilitas MRT. Ia mengaku puas meskipun ini baru pertama kali dirinya rasakan.

“Kesan pertama sih bagus ya. Karena kan memang ini transportasi baru. Tadi saya naik dari Senayan ke Lebak Bulus. Perjalanannya cepat, sangat bagus,” katanya Selasa (12/3/2019).

Ivan mengaku, MRT memiliki kesan persamaan seperti MRT di Singapura. Meski begitu ia sangat berharap pelayanan yang diberikan kepada calon penumpang harus tingkatkan..

“Tentu harapan saya, karena ini sama ya seperti di Singapore, jadi kedepan segala pelayanan dapat ditingkatkan lagi, tidak hanya pelayanan ditingkatkan saat uji coba saja, tadi saya liat begitu ramah ya tentu ini perlu di pertahankan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan penumpang Irwan (40). Dia penasaran dengan kereta yang memilik enam rangkaian gerbong ini.

“Saya sih sebenarnya penasaran mas. Makanya saya tahu kalo harus pesen tiket via online itu saya langsung pesen tanggal 5 kemarin, nah saya pakai hari ini. Menurut saya sangat bagus,” ujarnya.

Menurut Irwan, segala fasilitas yang ada dinilai sangat sesuai untuk kebutuhan para penumpang, mulai ekskalator, mesin tiket otomatis, serta jalur disabilitas setidak akses menuju MRT.

Toilet pun dilengkapi ruangan khusus disabilitas, yang berdampingan dengan musala dan tempat ibu menyusui.

“Kalo saya liat lengkap fasilitasnya walau memang belum semua ya, tapi setidaknya ini sudah cukup baik,” ujarnya.

Harga tiket MRT hingga saat ini masih dalam upaya pembahasan Pemerintah dan DPRD. Sempat tercetus harga tiket akan di bandrol berkisar Rp. 8500, hingga Rp. 10.000.

“Kalo saya sih ngak masalah ya dengan harga segitu. Apalagi ini kan kereta tanpa kena macet juga, dan estimasi waktunya juga cepat, menurut saya sesuai, ngak masalah kalo segitu,” katanya.

Baca Juga:

Beredar Video Agum Gumelar Ungkap Sidang Pemecatan Prabowo, BPN: Pembusukan

Sedangkan Tomi Saputra berharap dengan hadirnya MRT ini setidak dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk kembali beralih mengunakan transportasi umum.

Sehingga fasilitas yang diberikan MRT tidak terbuang sia-sia.

“Kalo saya sih harapnnya agar di rawat ya, terus juga hadirnya MRT dapat mengajak masyarakat untuk mengunakan kendaraan umum, karena kan sayang ya, udah di bangun tapi kita tidak menggunakannya, padahal ini untuk kepentingan bersama,” ucapnya. (*)

Simak videonya:

BAGIKAN