Tersangka Haris Simamora ditahan di Polda Metro jaya. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Sungguh ironis pembunuhan sekeluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Tersangka pembunuh, Haris Simamora, masih keluarga isteri Daperum, Maya Boru Ambarita.

Karena masih ada hubungan keluarga, maka Haris sering datang ke rumah keluarga Daperum. Bahkan, Haris pernah tinggal di rumah Daperum pada 2014 – 2015.

Selama ini Haris pengangguran. Kadang Haris disuruh membantu bisnis Daperum, misalnya, mengantarkan barang pesanan pembeli. Untuk itu, Daperum punya mobil khusus angkutan barang.

Lebih ironis lagi, pada Senin (12/11/2018) Haris datang ke rumah Daperum, karena ditelepon Daperum, disuruh bertandang ke rumah Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, bahwa Haris mendatangi kediaman Diperum karena permintaan Diperum pada Senin (12/11/2018).

“Hampir setiap bulan mereka ketemu, namanya saudara. Lalu kemarin tersangka ditelepon korban, disuruh datang ke rumah,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Bahkan, agar Haris datang ke rumah tersebut, Diperum menjanjikan akan membelikan Haris baju baru sebagai kado saat perayaan Natal nanti.

“Mau (ngobrol) beli baju untuk Natalan. Lalu, dia datang jam 9 malam, kan sudah terbiasa memang wajar, saudara datang,” tutur Argo.

Dilanjutkan: “Lalu ngobrol (dengan Diperum) sampai jam 11 malam, istrinya (Maya Boru Ambarita) tidur,” ungkapnya.

Baca Juga:

Hong Kong Open 2018: Jonatan Christie Gagal ke Semifinal

Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi oleh Eggi Sudjana, Ini Alasannya

Sandiaga Bakal Jalankan Kebijakan Era Soeharto, Tapi….

Tapi, Haris telanjur sakit hati pada Daperum, karena pengelolaan kos-kosan digantikan Diperum dan istrinya, Haris pun malah berniat untuk membunuh Diperum.

Hal lain yang menyebabkan dirinya hendak membunuh lantaran ia sakit hati dengan perlakuan Diperum beserta Maya Ambarita.

“Tersangka sering dihina, kadang kalau tidur di situ, dibangunkan pakai kaki,” ucap Argo.

Akhirnya malam itu, Senin (12/11/2018) Haris mengambil linggis di rumah Daperum. Saat Daperum lengah, linggis dipukulkan ke kepala Daperum hingga pingsan.

Kemudian Haris menghajar leher Daperum dengan ujung tajam linggis. Hingga leher korban nyaris putus. Kemudian Haris membunuh keluarga Daperum, semuanya.

Haris diancam pasal berlapis yakni Pasal 365 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman mati. (*)

BAGIKAN