Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

@Rayapos | Jakarta – Warga Jagakarsa, Jakarta Selatan mengeluhkan tingginya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB Jakarta. Menanggapi itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai naiknya PBB lantaran banyaknya pembangunan infrastruktur.

“Ya nanti akan kita lihat, tapi PBB yang meningkat itu dibarengi dengan kegiatan pembangunan infrastruktur yang meningkatkan nilai ekonomis,” kata Sandi di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Bahkan suami Nur Asia itu mengaku sudah berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang ada di Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan mereka memaklumi.

“Dan saya menjelaskan kalau ada peningkatan nilai ekonomis dari lahan tersebut apakah dibangun jalan apakah dibangun infrastruktur atau ada kegiatan proyek yang sangat mempengaruhi nilainya akan disesuaikan lebih baiknya,” ungkapnya.

Baca juga:

PN Jaksel Tunda Sidang Putusan Tio Pakusadewo

Spanduk Sandiaga-AHY “Pemimpin Millenial 2019” Muncul di Atas JPO Gambir

Kendati Demikian, Sandi mengungkapkan pihaknya bakal terus memperbaiki proses sosialisasi terkait kenaikan pajak agar warga Jakarta lebih memahami keputusan tersebut.

“Kita harus terus engaging ya ke depan dan mungkin ini peningkatan fasilitas infrastruktur di wilayahnya harus disosialisasikan kepada masyarakat,” tutupnya.

Diketahui pemerintah DKI Jakarta telah menaikan besaran nilai jual objek pajak (NJOP) dengan rata-rata 19,54% pada periode 2018. Penyesuaian tersebut diatur dalam Pergub No 24/2018 tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018.

Adapun beberapa kecamatan yang mengalami kenaikan NJOP adalah Kebon Jeruk, Gambir, Tanah Abang, Cakung, Pasar Rebo, Tebet, Kebayoran Lama, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Cilincing, Penjaringan, dan Taman Sari.

BAGIKAN