Foto: Puspen TNI

@Rayapos | Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyebut perkembangan hubungan dan kerjasama Indonesia dan Australia di bidang pertahanan dan Angkatan Bersenjata telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Hal tersebut disampaikannya dalam sidang Australia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) ke-6 tahun 2018 bersama Chief of Defence Forces (CDF) Australia General Angus Campbell di markas Northern Command, Larrakeyah, Australia, Jumat (27/7/2018).

“Interaksi kegiatan tersebut meliputi dialog dan konsultasi bilateral tentang berbagai isu keamanan strategis yang menjadi perhatian bersama, pertukaran informasi dan masalah pertahanan termasuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Hadi Tjahjanto.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, terkait perkembangan lingkungan strategis pada tataran regional dan global perlu diwaspadai tantangan yang menjadi perhatian kedua angkatan bersenjata.

“Isu Laut China Selatan dan ancaman terorisme merupakan isu strategis yang perlu tetap diperhatikan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:

Ganjil-Genap Juga Berlaku Untuk Motor? Ini Penjelasan Polda Metro

Gelar Lari Obor Asian Games, Ini Filosofinya Menurut Sandiaga

Dihadapan para peserta sidang, Panglima TNI menyampaikan, telah terjadi peningkatan kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata pada bidang pertukaran personel, pendidikan dan pelatihan.

“Hal tersebut ditandai dengan pertukaran Perwira dari kedua Angkatan Bersenjata dalam rangka mengikuti pendidikan militer setingkat Lemhanas dan Sesko Matra serta pendidikan-pendidikan lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Marsekal TNI Hadi Hadi Tjahjanto mengatakan, proses pengiriman hibah pesawat terbang C-130 Hercules tipe H sampai saat ini berjalan dengan lancar.

“Kedatangan pesawat terbang C-130 type H di Indonesia telah sangat membantu tugas-tugas TNI dalam melaksanakan berbagai macam misi operasi maupun latihan,” tukasnya.