Pariwisata NTT Jadi “Leading” Sektor Pembangunan

komodo(Foto:Istimewa)

@Rayapos | Kupang: Anggota Komisi XI DPR-RI Ferry Kase menilai pariwisata di Nusa Tenggara Timur dapat menjadi “leading” sektor pembangunan untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.

“NTT mempunyai banyak sekali potensi unggulan di sektor pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi industri. Dan, menurut saya, sektor ini dapat menjadi leading sektor pembangunan di daerah ini,” katanya saat ditemui di Kupang, Senin.

Menurut dia, saat ini NTT terus mengembangkan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, sebab kawasan tersebut memiliki banyak potensi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan.

“Ada komodo (varanus kommodoensis) di Taman Nasional Komodo (TNK), ada objek wisata bawah laut serta keaneragaman budaya yang tak terbantahkan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata di daerah ini adalah infrastruktur menuju ke sejumlah lokasi wisata.

“Kalau infrastrukturnya memadai saya rasa kawasan wisata di NTT akan sangat dikenal oleh dunia internasional,” tuturnya.

Menurut Kase, Tuhan sudah memberikan NTT wisata alam yang sangat indah dan eksotik, tinggal bagaimana pemerintah daerah mengolah dan mengelolanya menjadi sebuah daya tarik tersendiri.

Politisi partai Hanura ini juga menilai NTT juga perlu mengembangkan potensi wisata bahari seperti menonton migrasi ikan paus di perairan Laut Sawu yang selama ini belum pernah dilaksanakan.

Data yang dipaparkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) ke daerah ini selama 2016 mencapai sekitar 112.433 wisatawan, dengan sasaran utama ke Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan asing maupun domestik di tahun 2017 melalui berbagai ajang seni budaya berskala nasional maupun internasional.

Selain itu, mendorong Kementerian Perhubungan agar bisa mengatur penerbangan langsung dari luar negeri menuju ke NTT, yang selama ini belum juga terlaksana.[ant]

Comments

comments