Pasca Alexis Tutup, Daftar Panti Pijat dan Tarifnya

@Rayapos.com | Jakarta – Penutupan Hotel Alexis, sebab diduga ada prostitusi di situ. Di lantai tujuh ada spa, panti pijat, bahkan PSK (Pekerja Seks Komersial). Penutupan ini menimbulkan pertanyaan: Mengapa tidak semua panti pijat ditutup?

Pertanyaan itu, antara lain, dilontarkan Wakil Ketua Umum DPP PPP Humphrey. “Harusnya semua panti pijat di Jakarta ditutup. Jangan diskriminasi,” katanya.

Baca juga: Pasca Penutupan Alexis

Hal paling umum di Indonesia, jika ada satu pelanggar hukum ditindak, pelanggar hukum lainnya langsung tertib. Jika Alexis ditutup, maka Panti Pijat (PP) lain langsung ‘tiarap’.

Padahal, banyak PP di Jakarta. Sampai-sampai dipromosikan penyebaran brosur di beberapa traffic light. Semua pengendara kendaraan yang berhenti saat lampu merah, dibagi brosur PP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Raya Pos, ada lebih dari 100 PP di Jakarta. Tersebar di hotel-hotel, berbintang maupun kelas melati. Ada juga yang menyatu dengan diskotik. Dan, banyak diantaranya di rumah-rumah.

Hampir semua PP diberi nama. Mungkin agar dikenal pelanggannya. Berikut ini nama-namanya:

Wilayah Jakarta Selatan:

Puspa Indah, tarif Rp 75.000 per jam.

Sari Mustika 1 dan 2, masing-masing Rp 50.000 per jam.

Mawar Rp 45.000 per jam

Maribaya Rp 100.000 per jam

Wilayah Jakarta Barat namanya keren-keren:

Liberty Rp 200.000 per dua jam.

Kimochi Rp 100.000 per jam.

Kartika Rp 100.000 per jam

Medika Rp 50.000 per jam.

Widia Rp 50.000 per jam.

Citra Rp 150.000 per jam

Sedap Malam Rp 100.000 per jam.

Hot Pant Rp 50.000 per jam.

Tiara Ceria Rp 100.000 per jam

Atlanta Rp 100.000 per jam.

Paripurna Rp 50.000 per jam.

Joker Rp 100.000 per jam.

Bintang Mawar Rp 150.000 per jam.

Wilayah Jakarta Pusat:

Nirwana Rp 200.000 per jam.

Sumber Waras 1 dan 2 masing-masing Rp 150.000 per jam.

Itu belum termasuk yang ditawarkan terselubung di hotel-hotel. Juga belum termasuk di pusat kebugaran, serta salon-salon. (dwo)

BAGIKAN