Pasokan Amerika Meningkat Kembali Dorong Harga Minyak Masuk Trend Bearish

@Rayapos | New York: Harga minyak dunia yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa bulan, turun kembali pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena risalah pertemuan Federal Reserve AS memperkuat dolar dan persediaan minyak AS meningkat.

Harga minyak berada di wilayah positif untuk sebagian besar sesi, sebagian karena gangguan produksi akibat dari kebakaran hutan Kanada, yang telah memburuk lagi selama 48 jam terakhir.

Namun, harga minyak jatuh ke wilayah negatif setelah risalah dari pertemuan kebijakan Fed pada April mempertahankan pintu terbuka untuk menaikkan suku bunga pada Juni. Hal ini mengangkat dolar AS dan menciptakan tekanan pada minyak, yang diperdagangkan dalam mata uang AS.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni berakhir turun 12 sen menjadi 48,19 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 35 sen menjadi menetap pada 48,93 dolar AS per barel di London.

Data pemerintah AS menunjukkan penurunan lagi dalam produksi minyak Amerika serta konsumsi lebih tinggi pada bensin dan produk olahan lainnya. Namun, data juga menunjukkan persediaan AS naik 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 13 Mei.

Di Kanada, harapan pemulihan segera 1,2 juta barel produksi minyak per hari dari wilayah pasir minyak Alberta pupus, ketika 8.000 pekerja diperintahkan keluar pada Senin malam setelah kebakaran menyebar dan kian intensif.

Kobaran api pada Selasa menghancurkan 665 kamar rumah pondokan pekerja minyak di utara Fort McMurray, sementara dua lainnya di lokasi yang sama dengan total 4.000 kamar berada dalam risiko.

Gene McGillian dari Tradition Energy’s masih belum memperkirakan produksi Kanada akan berkurang untuk jangka waktu yang sangat panjang. Dorongan ke atas 50 dolar AS per barel juga bisa memicu beberapa operator minyak untuk memulihkan produksi, katanya. Pasar “semakin cukup berbusa,” tambah McGillian. [antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY