Patrialis Akbar: Perjalanan Karir, Tertangkap, Hingga Ditolak Partai Yang Membesarkannya

rayapos.com - Patrialis akbar
Patrialis Akbar ditangkap tertangkap OTT KPK (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta: Karir politik hakim konstitusi Patrialis Akbar melejit bersama Partai Amanat Nasional (PAN), ketika ia bergabung tahun 1998 setelah bertemu dengan Amien Rais. Saat itu, Patrialis pun langsung disodori posisi prestisius yaitu sebagai Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen).

Sebagai seorang politisi PAN, Patrialis pun mulus melenggang ke Senayan dan menjadi anggota DPR RI selama dua periode.

Selama sepuluh tahun menghuni Senanayn, pesona Patrialis berlanjut dimana ia menduduki sejumlah posisi strategis seperti Wakil Ketua Fraksi Reformasi DPR RI, lalu duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I BP MPR, Ketua Fraksi PAN MPR, pimpinan Sub Tim Kerja I MPR RI, anggota Komisi III DPR, dan kuasa hukum DPR.

Puas dengan segala kemewahan menjadi anggota DPR RI, Patrialis kemudian mundur dari Senayan.

Usai berkiprah di Senayan, Patrialis kemudian lompat pagar dan bergabung

dalam tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada 2009 sebagai anggota tim advokasi dan bantuan hukum. Pada periode kedua Presiden SBY, Patrialis diangkat sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) dalam Koalisi Indonesia Bersatu Jilid II dari Oktober 2009 hingga Oktober 2011. Ia digantikan oleh Amir Syamsuddin hingga periode KIB II habis. Ia juga sempat menjadi anggota Kompolnas.

Setelah “menghilang” dari dunia politik, Patrialis terpilih sebagai hakim konstitusi di tahun 2013. Jabatannya baru akan berakhir di tahn 2018.

Namun setelah ia terjaring dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Patrialis kini berada di ujung tanduk.

PAN yang sudah membesarkannya di dunia politik, kini menyangka dengan berkata Patrialis sudah bukan lagi menjadi bagian dari PAN.

Hal tersebut langsung ditegaskan oleh Sekjen PAN, Eddy Soeaparno.

“Enggak dong, jadi hakim MK kan tidak boleh berpartai,” tegas Eddi di Jakarta, Kamis (26/1).

Menurut Eddy, PAN saat ini sedang mencari informasi seputar tertangkapnya Patrialis Akbar.

“Kami juga masih cari konfirmasi,” lanjut Eddy.

Comments

comments