PBB Siap Bantu Prasarana Air di Lembah Suriah

@Rayapos | New York: PBB siap membantu dalam memperbaiki prasarana air setelah kesepakatan lokal dilaporkan dicapai di Wadi Barada, Suriah, kata seorang juru bicara PBB pada Senin (30/1).

Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, lembah yang dikuasai gerilyawan tersebut tempat prasarana rusak akibat konflik bersenjata telah memutus pasokan air buat jutaan orang.

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan satu keesepakatan lokal dilaporkan dicapai pada Ahad (29/1) di Wadi Barada di Suriah, sehinga sejumlah petempur dan anggota keluarga mereka bisa meninggalkan Daerah Wadi Barada menuju Idlib, kata Dujarric dalam taklimat harian di Markas Besar PBB di New York, AS.

“Kami siap mendukung dinas pengairan Suriah dan Bulan Sabit Merah untuk menjamin perbaikan cepat prasarana air,” kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. “Selama pasokan air terputus, PBB menyediakan air dengan menggunakan truk ke sejumlah permukiman di (Ibu Kota Suriah) Damaskus dan daerah sekitarnya serta ke 101 sekolah dan menjangkau 94.000 anak, selain menyediakan dukungan teknis lain buat dinas tata-air.” “Hari ini, dinas pengairan Suriah dan tim teknis Bulan Sabit Merah Arab Suriah mendapat akses ke mata air Ain Al-Fijeh untuk menilai kerusakan prasarana dan memuli perbaikan darurat guna melanjutkan pengiriman air ke Damaskus,” katanya. “Kementerian Sumber Daya Air Suriah mengumumkan contoh air sedang diperiksa dan kerusakan yang dinilai sangat besar, termasuk perlengkapan elektronik.” PBB telah memperingatkan bahwa sabotase terhadap pasokan air adalah kejahatan perang setelah sumber air utama buat Ibu Kota Suriah diputus, sehingga jutaan orang menghadapi kekurangan air.

Pasokan air dari Lembaga Wadi Barada –yang dikuasai gerilyawan– di dekat Damaskus telah diputus sejak 22 Desember, sementara Pemerintah Suriah dan gerilyawan saling melempar tuduhan, kata beberapa laporan.

OCHA telah mengatakan pasokan air diputus sebab “prasarana dengan sengaja dijadikan sasaran serangan dan rusak”, tapi lembaga dunia itu tidak mengatakan siapa yang bertanggung-jawab. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY