Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: Dok Rayapos

@Rayapos | Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana gabung ke PDIP usai bebas dari penjara. Menanggapi ini, Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, masuknya Ahok tak akan menggerus suara dari kalangan Islam.

Terlebih, lanjut Eva, pemilih PDIP juga mayoritas muslim moderat.

“Yang mendukung PDIP itu karena karakter nasionalis religius, Pancasila-spiritualisme yang menjadi roh berbagai agama. Hal yang menjadi alasan Ahok condong ke PDIP ya karena ideologi yang demikian,” kata Eva melalui pesan singkat, Selasa (27/11/2018).

Baca juga:

Viral, Situs KTP Prabowo Ajak Pendukung Unggah Identitas

VIDEO: Dua Pimpinan DPRD DKI Ribut saat Rapat Banggar

“Jadi, kekhawatiran (Ahok menggerus suara PDIP) itu tidak beralasan karena para pemilih PDIP yang dominan adalah muslim moderat,” imbuhnya.

Menurut Eva, masuknya Ahok ke PDIP juga tidak akan berpengaruh terhadap raihan elektoral capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, Ahok dan Jokowi adalah sosok yang inheren, justru akan menambah elektoral Jokowi-Ma’ruf nantinya.

“Malah nambah (elektoral Jokowi-Ma’ruf). Jokowi representasi nilai-nilai yang diusung PDIP, demikian juga Ahok pada saat itu. Jadi dukungan Ahok sebenarnya menguatkan relasi posisi politik masing-masing, ada platform yang sama,” tutupnya.