JPO Bundaran HI (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI berencana membongkar Jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI. Lantas seperti apakah reaksi para pekalan kaki pengguna JPO terkait gagasan ini?

Rayapos mencoba menyambangi JPO Bundaran HI, untuk mendengar komentar para pejalan kaki yang rutin menggunakan JPO tersebut, Jumat (27/7/2018).

Salah satu karyawan di kawasan HI, Ratih (35) mengaku tidak setuju jika JPO yang sudah dipakainya selama 3 tahun lebih itu harus dibongkar.

Ia malah mempertanyakan alasan Gubernur Anies Baswedan yang hendak membongkar JPO tersebut karena mengghalangi patung Selamat Datang di Bundaran HI.

“Alasannya apa? Masa cuma karena ngalangin patung, gak setuju lah, saya lewat JPO ini sudah 3 tahun lebih, nyaman-nyaman saja,” kata Ratih.

Baca juga:

OTT KPK Ringkus Adik Ketua MPR yang Berharta Rp 13 M

Polisi: Dua Orang Diduga Penembak Herdi Ditangkap

Simpan Janin di Jok Motor, Pasangan Selingkuh Ditangkap Polisi

Menurutnya keberadaan JPO bundaran HI sudah sangat membantu aktifitas pejalan kaki di area itu, hal itu sangat terasa saat arus lalu lintas ladat merayao saat pagi dan sore menjelang malam.

“Jadi mudah turun naik bolak balik, kalau macet padat kan kita diatas, kalo jam makam siang juga gampang nyebang cari tempat makan yang murah-murah dekat pospol (setelah bundaran HI) ,” ungkapnya.

Pendapat senada juga disampaikan Ario (38) yang juga seorang karyawan. Dia berpendapat JPO bundaran HI adalah JPO teraman, karena dibawah JPO banyak polisi yang bertugas di kawasan Bundaean HI.

Ia menyayangkan jika JPO bundaran HI harus dibongkar, terlebih saat sore hari menjelang malam akan banyak terlihat pejalan kaki yang menggunakan JPO tersebut.

“Lihat kalau udah sore, malam, banyak pejalan kaki, ini sudah membantu, kawasannya juga banyak penjagaan petugas,” kata dia.

Berbeda dengan yang lainnya, kali ini, Muktar (27) mengaku tidak ingin tahu soal rencana pembongkaran JPO itu.

Ia pun tidak menjawab setuju atau tidak setuju, namun pemuda berambut kriting ini meminta agar pemprov DKI Jakarta menyiapkan fasilitas yang lebih bagus dari sebelumnya untuk para pekalan kaki.

“Apa saja, yang penting bisa nyebrang selamat dan aman, saya juga gak mau denger alasan, tujuan ini itu, intinya harus yang lebih canggih lebih mudah,” tandasnya.

BAGIKAN