Jenazah Rizky Ramadhan dimakamkan, Minggu (21/10/2018). Foto: Poskota

@Rayapos | Depok – Pelajar SMK, Rizky Ramadhan (17) tewas mengenaskan akibat tawuran salah sasaran. Punggungnya ditusuk hingga tembus dada. Tewas seketika, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Sedangkan, tiga teman sekolah Rizky, yakni Wahyudin Ibrahim (17), Abdul Gani (17), Wahyu (17) mengalami luka bacok senjata tajam. Mereka dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Tawuran terjadi di Jalan Punak di depan Lapangan Golf Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Sabtu (20/10/2018) sekira pukul 00.20.

Sekelompok pelajar SMK Al Hidayah Lestari, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sedang naik motor di wilayah tersebut. Jumlahnya sekitar 10 orang.

Mendadak, tiba di perempatan jalan, mereka bertemu dengan kelompok pelajar lainnya, juga bermotor.

Jumlah kelompok ini sekitar 30 orang. Diketahui kemudian, mereka pelajar SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Perwira Urusan Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi mengatakan, pelaku penyerangan diduga adalah kelompok pelajar SMK 57 Pasar Minggu, yang berjumlah sekitar 30 orang.

“Awalnya rombongan korban yakni pelajar SMK Al-Hidayah Lestari sebanyak 10 orang konvoi naik motor dari Jalan Cinere Raya ke Jalan Punak,” tuturnya.

Dia lanjutkan: “Di depan lapangan golf Pangkalan Jati di depan pertigaan mereka dihadang sekitar 30 orang pelajar yang diduga dari SMK 57 Pasar Minggu,” jelasnya.

Para penghadang ini langsung menyerang dengan senjata tajam dan alat lain. “Mereka sudah berniat tawuran dengan membawa senjata tajam,” kata Made.

Sedangkan, rombongan pelajar SMK Al Hidayah Lestari, tidak mengetahui persoalan, tiba-tiba diserang. Mereka semua tidak bersenjata.

Akibatnya fatal. Para pelajar SMK Al Hidayah Lestari dibantai dengan senjata tajam oleh banyak pelajar SMK 57 Pasar Minggu.

Empat orang jatuh korban. Salah satunya, Rizky Ramadhan langsung tewas.

Setelah berhasil melukai beberapa pelajar musuhnya, puluhan pelajar SMK 57 Pasar Minggu itu langsung kabur.

Saat itu diketahui Rizky Ramadhan terkapar dengan luka bacok hingga tembus ke dada dan tak sadarkan diri.

Sementara tiga rekannya juga mengalami luka bacok di beberapa tubuhnya.

“Seorang pelajar yang terkapar tak sadarkan diri serta tiga pelajar lain yang luka-luka dibawa warga ke RS Prikasih di Pondok Labu. Dari sana dirujuk ke RS Fatmawati,” kata Made.

Saat itu kata dia warga juga melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Petugas langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat para korban untuk membuat visum di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Lokasi kejadian memang berada di perbatasan antara Depok dan Cilandak, Jakarta Selatan,” kata Made.

Karenanya tambah Made pihaknya bekoordinasi dengan Polsek Cilandak untuk penyelidikan lanjutan dan memastikan pihak yang melakukan penyerangan.

“Polsek Limo dan Polsek Cilandak akan berkordinasi dengan pihak sekolah yang bersangkutan yang diduga pelaku penyerangan para korban,” katanya.

Baca Juga:

Tonton Video Gadis Kecebur ke Kolam Hiu, di Sini…

Leher Gay Dijerat Sampai Mati, Mayatnya Digantung

PSK Waria Ini Dirampok Pelanggan, Leher Disayat Badik, Tas Dibawa Kabur.

Seorang Pelaku Mengaku Membacok Rizky

Satu dari 10 pelajar yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Limo mengakui turut membacok Rizky Ramadhan (17) dalam penyerangan di Jalan Punak, Kelurahan Pangkalanjati, Cinere, Sabtu (20/10/2018) dini hari.

Kapolsek Limo Kompol M. Iskandar mengatakan satu pelaku itu mengakui dan terbukti turut membacok Rizky saat dimintai keterangan oleh penyelidik Polsek Limo.

“Satu dari sembilan pelajar yang diamankan terbukti dan mengaku ikut membacok korban. 10 pelajar ini diamankan dari rumahnya masing-masing tanpa ada perlawanan,” kata Iskandar saat dihubungi wartawan di Cimanggis, Depok, Minggu (21/10/2018).

Karena penyerangan yang mengakibatkan Rizky menderita luka senjata tajam di dada dan punggung dilakukan oleh sekira 30 pelajar, Iskandar menuturkan masih kemungkinan pelaku bertambah.

Mengingat ada tiga pelajar lainnya yang menjadi korban dan mengalami luka senjata tajam di tangan dan pinggang dalam penyerangan tersebut.

“Sekarang anggota masih mendalami keterangan mereka untuk mencari pelaku lain dan senjata tajam yang digunakan untuk melukiskan korban,” ujarnya.

Iskandar menuturkan, kondisi tiga korban penyerangan yang merupakan teman satu sekolah Rizky sudah membaik setelah mendapat perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dari hasil penyelidikan sementara, Iskandar menduga bahwa Rizky dan sembilan temannya menjadi korban karena pelaku salah sasaran.

“Teman korban yang tewas sudah rawat jalan dan keadaan sudah membaik. Motif dugaan pelaku hendak tawuran namun salah sasaran. Pelaku menganggap rombongan korban ini adalah musuh dari kelompok pelajar lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, penyerangan yang menewaskan Rizky berawal ketika mereka dihadang oleh sekira 30 orang pelajar yang diduga pelajar SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat penyerangan, Rizky dibonceng oleh temannya Muhammad Afrizal yang berdasarkan keterangan saksi mereka baru saja pulang setelah menyaksikan pertandingan futsal.

Cepatnya penyerangan membuat Rizky yang tercatat sebagai pelajar kelas 3 SMA Al-Hidayah Lestari Lebak Bulus tak menyadari dibacok dari belakang hingga mengenai punggung dan tembus ke dada.

Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi menjelaskan, usai melancarkan aksinya puluhan pelajar yang menaiki sepeda motor secara berboncengan itu bergegas melarikan diri.

“Setelah menyerang, puluhan pelajar itu melarikan diri. Dugaannya mereka pelajar SMK 57 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk korban meninggal ada satu, tiga yang lainnya luka-luka,” ucap Made, Sabtu (20/10). (*)