Pelaku teror di Champs Elysees sudah lama menjadi incaran polisi

rayapos.com - champs elysees
ISIS klaim aksi teror di Paris yang menewaskan satu orang polisi (Foto: AFP)

@Rayapos.com | Paris: Pelaku penembakan di Champs Elysees, Paris, Perancis, rupanya sudah lama menjadi target penyelidikan anti-teror, karena jejak kriminal pelaku sudah tercatat sejak tahun 2001 silam di dinas intelejen.

Sebagaimana dikutip AFP, pelaku sudah pernah ditahan pada Februari lalu karena dicurigai merencanakan pembunuhan aparat. Namun, ia dibebaskan karena bukti tidak cukup.

Pria yang akhirnya tewas ditangan petugas setelah melancarkan aksinya, juga pernah dituntu sebanyak tiga kali atas dugaan rencana pembunuhan petugas kepolisian.

Seperti yang dikatakan oleh Pierre-Henry Brandet, juru bicara Kementerian Dalam Negeri sebelumnya, para anggota polisi memang sengaja dijadikan sasaran dalam peristiwa penembakan yang diklaim oleh kelompok militan ISIS tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap secara pasti identitas pelaku penembakan yang menewaskan seorang polisi dan melukai dua pesonel lainnya. Karena penyelidikan masih terus berlangsung. Namun ISIS sudah mengklaim bertanggungjawab atas aksi penembakan tersebut.

“Pelaku serangan di Champs Elysees di pusat Paris adalah Abu Yussef, warga Belgia yang merupakan salah seorang militan ISIS,” demikian bunyi pernyataan ISIS dalam media propaganda mereka, AMAQ.

Selain itu, polisi juga memberitahu bahwa ada beberapa orang lainnya yang juga terlibat dalam serangan yang terjadi di cabang toko Marks & Spencer di dekat  stasiun kereta bawah tanah tersebut.

Serangan yang terjadi pukul 21.00 waktu setempat itu, sempat membuat warga dan para turis berlarian panik mencari tempat-tempat lain untuk berlindung. Lalu dengan cepat pihak kepolisian dan petugas keamanan langsung menutup kawasan tersebut.

Seperti diketahui, Perancis kerap menjadi target serangan teror dan sudah dalam status darurat sejak 2015 lalu, setelah sedikitnya 230 orang tewas dalam 2 tahun belakangan akibat serangkaian serangan teror.

Comments

comments