Polisi sedang mengatur kawasan ganjil - genap.

@Rayapos | Jakarta – Selama seminggu perluasan sistem ganjil genap di Jakarta, Polda Metro Jaya telah menilang ribuan kendaraan roda empat. Kebanyakan para pengendara mengaku belum mengetahui ada peluasan sistem ganjil genap.

“Total tilang terhadap pelanggar hingga hari ketujuh sistem Ganjil Genap berjumlah 7.809,” ujar Kasubdit Gakum Dirlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto dikonfirmasi Rayapos.com, Rabu (8/8/2018).

Lanjut Budiyanto, dari penilangan itu polisi menyita sejumlah barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jumlah barang bukti yang disita 3.421 SIM dan 3.295 STNK,” ungkapnya.

Baca juga:

Hotman Paris Komentari Praperadilan Kasus Video Porno Luna Maya dan Cut Tari

INASGOC Siap Lakukan Tes Doping Selama Asian Games

Ini 7 Poin Hasil Pertemuan Ketiga SBY-Prabowo

Dikatakan kembali Budiyanto, pelanggar sistem Ganjil Genap dijerat Pasal 287 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan sanksi pidana 2 bulan kurungan dan atau denda paling banyak Rp 500.000. Nanti pengadilan yang akan memutuskan berapa denda tilang yang harus dibayar pelanggar.

Sementara terkait ada berapa jumlah denda tilang yang disetorkan ke kas negara, Budiyanto menuturkan, pihak kejaksaan sebagai eksekutor yang akan mengirimkan denda tilang ke kas negara.

“Yang menetapkan (denda) Pengadilan, dan sebagai pelaksana putusan hakim adalah Jaksa sebagai eksekutor. Iya (Jaksa yang menyetor ke kas negara),” ujarnya.

Diketahui, menyambut perhelatan akbar Asian Games 2018, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan stakeholder lain memperluas kawasan serta memperpanjang waktu sistem pembatasan kendaraan bermotor roda empat Ganjil-Genap, di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta.

Wacana kebijakan perluasan wilayah Ganjil-Genap mencuat setelah sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi pada awal bulan Juni 2018 kemarin.

Sistem pembatasaan kendaraan Ganjil-Genap di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan sebagian Jalan Gatot Subroto yang sudah berjalan sejak 30 Agustus 2016 lalu, diperluas hingga Jalan S Parman – Jalan Gatot Subroto – Jalan MT Haryono – Jalan DI Panjaitan – Jalan A.Yani – Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih. Kemudian, Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat.