@Rayapos | Jakarta – Tersangka Ahmad Dhani, berusaha melawan status hukumnya sebagai tersangka pencemaran nama baik. Meski dia belum ditahan, dia berusaha membantah.

Seperti diberitakan, Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh Polda Jawa Timur.

Kasusnya, video yang ia unggah dengan menyebut kata idiot kepada massa, ketika dia ditolak warga Surabaya saat hendak mendeklarasikan ganti presiden di Tugu Pahlawan Surabaya.

Waktu itu, Minggu 26 Agustus 2018, deklarasi yang sedianya dihadiri Dhani, dibubarkan arek-arek Suroboyo. Polisi mengamankan situasi dengan cara membatasi gerakan massa yang bisa mengakibatkan bentrok.

Sedangkan, Dhani menginap di Hotel Majapahit, dan tidak berani keluar dari hotel. Karena massa di luar hotel meminta Dhani meninggalkan Surabaya (diusir).

Dari dalam hotel, Dhani merekam video dirinya. Latar belakangnya massa yang kelihatan dari kaca di luar hotel. Di situlah dia mengatakan: “Orang idiot” kepada massa di luar hotel. Padahal, sebagian massa adalah warga Nahdlatul Ulama (NU).

Maka, Dhani dilaporkan ke Polda Jatim, akhirnya jadi tersangka pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Dalam dialog dengan Tv One yang diposting di akun youtube tvOneNews dengan judul ‘Dialog Eksklusif : “Ahmad Dhani Terjerat Pidana” , Ahmad Dhani menyebut ia ditersangkakan kasus pencemaran nama baik sesuai pasal 27 ayat 3 KUHP.

Dia menyebut bahwa ini merupakan tindakan kriminalisasi terhadap dirinya.

Dhani menyakini itu karena ia beranggapan dalam hukum pidana untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus sah dan meyakinkan.

“Saya tidak pernah menyebut nama. Tidak pernah menyebut nama kelompok apapun, sehingga kalau pun itu nanti samain ke pengadilan, itu akan dimenangkan oleh saya,” katanya.

Dhani berkilah, dia menyimpan file dan dokumen-dokumen bahwa orang yang tidak menyebutkan nama, akan lolos dari vonis hakim.

Dhani mengatakan begini:

“Karena hakim harus memvonis sesuatu yang sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana.Kalau itu tidak disebut nama, menutu saya sang pelapor hanya geer.”

Dia lanjutkan: “Pelapor geer dituduh idiot. Padahal orang yang saya sebut idiot itu adalah yang melakukan persekusi di dalam hotel, yang melarang saya untuk keluar hotel.”

Dilanjut: “Saya sebetulnya ingin ketemu sama pelaku-pelaku yang orasi di depan, tapi saya dihadang tidak boleh bertemu. Merekalah yang saya sebut idiot,” beber Ahmad Dhani panjang lebar dalam video tersebut.”

Berikutnya Ahmad Dhani menyebut bahwa polisi bernarasi berdasarkan saksi ahli untuk menetapkan dirinya menjadi tersangka.

Menurut Dhani hal itulah yang kini sedang mau didiskusikan. Dia katakan, bahwa dirinya musisi berkelas. Begini:

“Sebenarnya saksi ahli kan banyak. Seperti halnya musisi. Ada musissi yang sekelas Ahmad Dhani, ada musisi yang kelasnya biasa-biasa saja.”

Dia lanjutkan: “Yang harus dihadirkan disini kan saksi ahli yang sama-sama kompeten. Kita juga punya saksi-saksi ahli yang bisa merujuk kalau misalnya pra peradilan.’

Dhani juga bicara soal hukum: “Ada beberapa hal juga yang belum dilakukan polisi, misalnya digital forensik, dan lain-lain. Misalnya dalam kasus ITE. Ini kan bukan KUHP murni.”

Baca Juga:

Idih… Penyakit Apa Ini?

Eiiits… Payudara Siva Kesenggol Atlet, Nih Videonya Bikin Heboh

Wanita Dipaksa Buka Baju

Saat ini usai penetapannya sebagai tersangka, Dhani sudah melaporkan balik terkait persekusi yang dialaminya di hotel majapahit.

Ahmad mengaku melaporkannya berdasarkan pidato Presiden Jokowi yang menyebut bahwa persekusi harus diitindaklanjuti.

Hal itu, kata Ahmad Dhani, lantaran Presiden Jokowi menganggap persekusi menjadikan Indonesia kembali menjadi negara barbar.

“Kemudian Pak Kapolri pun, Pak Tito, pernah berstatemen bahw polisi harus mengusut semua tindak kriminal persekusi,” ujar Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani kemudian mengklaim bahwa dirinya adalah orang pertama yang melaporkan persekusi di Indonesia.

“Jadi kalau dalam hal ini polisi tidak mau dianggap pro pemerintah, polisi harus menindaklanjuti laporan saya.”

Dia menyebut nama partai: “Apalagi PKB sebagai partainya penguasa pernah berstatemen bahwa tindakan persekusi terhadap Ahmad Dhani di surabaya harus ditindaklanjuti. itu PKB yg ngomong gitu.”

Dia lanjutkan: “Maka dari itu saya mengajak kepada teman-teman di surabaya dan di jawa timur yang menjadi korban persekusi, baik yang saya laporkan kejadiaannya di hotel majapahit, maupun yang diluar hotel majapahit.”

Menurutnya, ada yang dipukuli, ada yang didorong, ada yang diusir dari masjid.

Katanya: “Bahkan diusir dari masjid, ada yang disuruh copot kausnya, ada perempuan juga yang disuruh copot kaosnya, dipaksa.

Dia lanjutkan: “Itu adalah tindakan persekusi. Saya menganjurkan kepada mereka di Jawa Timur untuk sama-sama melaporkan ke Polda Jatim bareng saya. Yuk kita berangkat, kita laporkan pelaku-pelaku tindakan persekusi ini.”