Rita Caleo. Foto: nes.com

@Rayapos | Kasus pembunuhan 28 tahun silam baru saja terungkap. Publik Australia heboh setelah pengadilan setempat menjatuhkan vonis hukuman penjara 12 tahun kepada Mark Caleo yang terbukti membunuh isterinya, Rita Caleo pada Agustus 1990.

Vonis pengadilan dijatuhkan pada Kamis (26/7/2018) kemarin. Padahal, kejadian pembunuhan sudah 28 tahun silam. Publik Australia heboh.

Dilansir dari Sidney Morning Herald, pengadilan New South Wales, memvonis suami Rita Caleo, yakni Mark Caleo dengan hukuman 12 tahun penjara, atas dakwaan sebagai perencana pembunuhan.

Kasus pembunuhan ini bermula ketika kakak Rita Coleo, meninggal dengan cara tak wajar. Sejak itu Rita menyadari ada yang tak beres.

Baca Juga:

Sadis, Ibu dan Anak Tewas Ditusuk Dadanya oleh Orang Asing (1)

Polisi: Motif Pembunuhan di Penjaringan Karena Dendam (2)

Jaring Sobek Serta Masih Bau, Anies Berjuang Keras Tangani Kali Item

Kemudian, dia menulis surat, dengan amplop bertuliskan : Bukalah Bila Aku Meninggal Tak Wajar.

Surat tulisan tangan Rita Caleo. Foto: news.com
Surat tulisan tangan Rita Caleo. Foto: news.com

Tiga bulan setelah kakaknya tewas, atau tepatnya Agustus 1990, Rita ditemukan tewas mengenaskan. Ada 23 luka tusukan ditemukan di jenazahnya.

Kepada polisi, Mark Caleo pura-pura berduka. Ia menyebut istrinya menjadi sasaran perampokan. Beberapa harta pasutri kaya yang berbisnis restoran itu memang hilang.

Awalnya, polisi menganggap Rita tewas karena dirampok.

Mark Caleo. Foto: news.com
Mark Caleo. Foto: news.com

Tapi, Mark tidak tahu, bahwa istrinya itu ternyata sempat menitipkan surat kepada sang pengacara.

Surat tersebut, ditulis oleh Rita, yang isinya menjelaskan bahwa dia sudah curiga suaminya akan membunuhnya.

Ia menulis : kalau terjadi apa-apa padaku, selidikilah suamiku.

Dalam surat, Rita juga meyakini suaminya berniat membunuhnya, karena dia memergoki sang suami berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Mark tentu khawatir, karena bila Rita menceraikannya, ia bisa kehilangan bisnis restauran yang memang dimiliki oleh keluarga istrinya itu.

Rita juga menulis, suaminya juga yang membunuh sang kakak yang tewas mengenaskan, dengan cara tertembak di kepala.

Berbekal surat tersebut, polisi mulai menyelidiki dugaan keterlibatan Mark. Ternyata benar, Mark yang merencanakan aksi ini.

Ia membayar seorang tukang pukul bernama Alani Afu, dengan uang 10 ribu dolar Amerika, untuk membunuh Rita, dan membuat seolah-olah pembunuhan itu sebagai perampokan.

Alani Afu sendiri dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. (*)